Prakiraan Cuaca Besok 13 Agustus 2026: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Menurut BMKG
Prakiraan Cuaca Indonesia Besok 13 Agustus 2026
Baca Juga: Toronto Terbuka: Elena Rybakina Tantang Coco Gauff di Semifinal Usai Singkirkan Naomi Osaka
Berdasarkan prakiraan BMKG untuk periode 11 hingga 14 Agustus 2026, cuaca Indonesia besok 13 Agustus 2026 secara umum diprakirakan berada dalam kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang masih berpeluang terjadi secara lokal di beberapa wilayah.
Untuk Kamis, 13 Agustus 2026, wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua.
Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, yakni Aceh, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan
Berikut sejumlah wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang pada 13 Agustus 2026:
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Jawa Barat
Sulawesi Selatan
Papua Pegunungan
Papua
Potensi tersebut tidak berarti hujan akan terjadi sepanjang hari di seluruh wilayah. Kondisi cuaca dapat berbeda antardaerah dan berubah dalam waktu singkat sehingga masyarakat tetap perlu memantau pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG.
Daftar Wilayah Berpotensi Angin Kencang
Selain hujan, BMKG juga memprakirakan potensi angin kencang di beberapa wilayah Indonesia. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain:
Angin kencang berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon atau dahan tumbang dan baliho roboh. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan sebaiknya lebih berhati-hati ketika kondisi cuaca memburuk.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Keuangan 12 Agustus 2026: Aries, Gemini, Leo, dan Capricorn, Ada yang Harus Rem Pengeluaran
Musim Kemarau Semakin Meluas
Prakiraan cuaca Indonesia besok 13 Agustus 2026 tidak terlepas dari kondisi musim kemarau yang semakin dominan. BMKG mencatat sebanyak 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut turut membuat curah hujan rendah mendominasi sebagian besar wilayah. Pada Dasarian II Agustus 2026, BMKG memperkirakan 95,62 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian.
Meski demikian, musim kemarau tidak berarti seluruh Indonesia terbebas dari hujan. Dinamika atmosfer regional masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan dan menghasilkan hujan secara lokal di sejumlah daerah.
El Nino Kuat Membuat Kondisi Lebih Kering
BMKG menyebut kondisi atmosfer saat ini semakin mendukung berlangsungnya periode kering. Fenomena El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole atau IOD yang berada pada fase positif menjadi faktor yang turut mengurangi suplai uap air ke wilayah Indonesia.
Anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 tercatat berada di atas plus 2 derajat Celsius, yang menunjukkan El Nino berada dalam kategori kuat. Sementara itu, nilai IOD tercatat positif 0,63.
Kombinasi kedua kondisi tersebut membuat musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia cenderung lebih kering dari kondisi normal. BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko kekeringan meteorologis serta kebakaran hutan dan lahan.
Mengapa Hujan Masih Bisa Terjadi Saat El Nino?
Meskipun El Nino kuat mendukung kondisi yang lebih kering, beberapa fenomena atmosfer regional tetap dapat meningkatkan pembentukan awan hujan.
BMKG mencatat aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta aktivitas yang berkaitan dengan MJO masih dapat memengaruhi sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut membuat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpeluang muncul secara lokal.
Pada periode 7 hingga 9 Agustus 2026, misalnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih tercatat di beberapa daerah. Curah hujan mencapai 86 milimeter per hari di Papua, 22 milimeter per hari di Kalimantan Utara, dan 23 milimeter per hari di Papua Pegunungan.
Baca Juga: Iran Ubah Taktik Serangan, Stok Rudal Patriot AS Menipis: 65 Persen Interceptor Sudah Terpakai
Waspada Cuaca Panas dan Kekeringan
Di tengah dominasi musim kemarau, masyarakat juga perlu mengantisipasi paparan cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering. BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan tubuh serta menggunakan pelindung atau tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Aktivitas seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar sebaiknya dihindari, terutama di kawasan yang mudah terbakar.
Imbauan BMKG untuk 13 Agustus 2026
Masyarakat di wilayah yang berpotensi hujan dan angin kencang diimbau tetap waspada terhadap dampak cuaca buruk. Hujan yang disertai petir dan angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir.
Saat terjadi cuaca buruk, masyarakat sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang rapuh. Informasi prakiraan dan peringatan dini juga perlu dipantau secara berkala melalui situs resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG.