Presiden Prabowo Subianto optimistis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai provinsi bisa segera teratasi. Keyakinan ini berangkat dari pengalaman karhutla di masa lalu.
“Kalau melihat sejarah, beberapa tahun lalu (yang kondisinya) sangat parah, kami mampu atasi. Jadi saya percaya ini segera kami atasi,” ujarnya usai mengecek penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, dipantau melalui siaran langsung kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (22/8).
Prabowo menyatakan akan terus berusaha memenuhi kebutuhan tim di lapangan. “Kami berusaha penuhi, setiap hari kami tambah helikopter, alat, mesin bor untuk air, dan semua perlengkapan,” kata dia.
Prabowo melakukan kunjungan ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden ingin memonitor secara langsung proses penanganan karhutla.
Menurut Pras, wilayah yang paling terdampak karhutla adalah Kalimantan Barat, diikuti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Presiden memutuskan untuk menambah alat, mulai dari helikopter untuk water bombing, pompa air untuk kebutuhan sumur bor, serta tambahan personil TNI dari luar Kalimantan. Prabowo juga meminta pengiriman mobil-mobil tangki tambahan.
Terkait tambahan personil TNI, Pras menyebut hal ini dilakukan karena jumlah Batalyon yang ada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan masih sangat terbatas.
“Tadi dalam rapat koordinasi masih dibutuhkan tambahan, rencananya akan ada pengiriman kurang lebih tiga batalyon dari perbantuan dari Jawa yang kurang lebih jumlahnya mencapai 1.200 prajurit. InsyaAllah sore ini atau paling lambat besok sudah sudah berada di lokasi,” ucapnya.
Untuk mencegah karhutla semakin luas, Prabowo meminta masyarakat untuk menghindari kegiatan yang dapat menyebabkan potensi munculnya api. “Beliau juga meminta kepada pemerintah provinsi dan seluruh jajaran untuk memperhatikan apabila ada masyarakat yang terdampak untuk ditangani sebaik-baiknya,” ujar Pras.