Presiden Prabowo Subianto meneriakkan kalimat “free Palestine” saat berpidato di acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9). 

Momen tersebut terjadi ketika Prabowo menyapa para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut. Selain dihadiri oleh menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih, dalam acara tersebut juga dihadiri perwakilan duta besar.  Duta besar negara yang hadir di antaranya Turki, Mesir, Qatar, Kuwait, Sudan, Syria, Yaman, dan Palestina. 

Setelah menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Al-Sattari, Prabowo lalu meneriakkan “free Palestine”. Abdalfatah lalu menghampiri Prabowo yang tengah berada di atas podium dan memberikannya kufiya. 

“Free Palestine, free Palestine, free Palestine,” kata Prabowo seperti disiarkan dalam akun YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan teringat akan nasib warga Palestina. Di sisi lain, ia merasa miris karena seperti tidak berdaya untuk membantu.

“Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” kata Prabowo.

Dalam acara tersebut, Prabowo lalu mengingatkan bagi golongan kiai, ulama, juga pendidik di institusi keagamaan seperti Gontor agar membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat.

“Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat. Karena bangsa yang tidak kuat itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” kata dia.

Prabowo juga mengatakan, jika ingin membangun sejarah, maka perlu pula belajar dari sejarah. Ia mengingatkan pentingnya jujur kepada diri sendiri untuk melihat kelemahan yang dimiliki. 

“Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui, dan kita harus belajar dari situ, dan kita harus bertekad jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun.” kata Prabowo. 

Prabowo pun menegaskan, perlunya membangun bangsa yang kuat agar Indonesia bisa membantu bangsa lainnya yang dilanda kesulitan.