Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan, Presiden Prabowo menerima laporan terbaru terkait kondisi Karhutla.

Presiden Prabowo meminta penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berfokus langsung pada titik-titik kebakaran.

"Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan terkini mengenai situasi karhutla serta menegaskan pentingnya penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan langsung di lapangan," ujar Teddy.

Baca Juga: Prioritaskan Keselamatan Warga dalam Penanganan Karhutla

Untuk memperkuat operasi di darat, pemerintah akan menambah tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan. Ribuan personel tambahan tersebut mulai didatangkan pada Sabtu hingga Minggu pagi.

"Penambahan tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan yang akan didatangkan mulai hari ini hingga Minggu pagi," kata Teddy.

Penguatan juga dilakukan dari udara. Pemerintah menambah enam helikopter besar water bombing untuk membantu memadamkan titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

"Penambahan enam helikopter besar water bombing yang dijadwalkan tiba pada sore hari untuk memperkuat upaya pemadaman," kata Teddy.

Selain itu, pemerintah akan memperbanyak Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya mengendalikan karhutla.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Kalimantan Barat, Pimpin Langsung Penanganan Karhutla

Penanganan juga difokuskan pada kawasan lahan gambut. Pemerintah akan menambah peralatan pompanisasi dan bor air untuk mengatasi titik panas yang dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

"Memperbanyak dan menambah alat pompanisasi dan bor air khususnya pada lahan-lahan gambut sehingga meredam titik panas bawah tanah," kata Teddy.

Presiden Prabowo juga meminta pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan agar Karhutla tidak terus berulang. Pemda diminta tegas dalam menerapkan aturan di wilayah masing-masing.

"Presiden juga menekankan agar Pemerintah Daerah tegas dalam menerapkan aturan di wilayahnya, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang," ujar Teddy.

Usai memimpin rapat, Presiden Prabowo langsung meninjau lokasi karhutla. Presiden bergerak menuju Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, untuk melihat kondisi lahan yang masih terbakar.

Baca Juga: Tak Hanya Kalimantan, BNPB Perkuat Operasi Udara di Enam Provinsi Prioritas Terdampak Karhutla

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui laporan dan posko, tetapi juga berjalan langsung di lapangan.