Kita memenuhi undangan Pak Presiden pada malam ini. Ya, saya yakin pasti ada agenda penting. Nanti akan disampaikan setelah selesai

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga, serta petinggi TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk menghadiri rapat di Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat malam.

“Kita memenuhi undangan Pak Presiden pada malam ini. Ya, saya yakin pasti ada agenda penting. Nanti akan disampaikan setelah selesai,” kata Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria saat tiba di Istana Bogor.

Sejumlah mobil dinas yang membawa para pejabat negara mulai berdatangan melalui Pintu 3 Istana Bogor sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Prabowo panggil menteri-menteri evaluasi penanggulangan karhutla

Namun, sebagian besar pejabat yang tiba tidak membuka jendela mobil untuk menjawab pertanyaan wartawan. Beberapa di antaranya hanya menurunkan jendela kendaraan untuk menyapa awak media.

Selain Arif Satria, pejabat yang terlihat tiba di Istana Bogor antara lain Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi.

Sejumlah wakil menteri juga hadir, yakni Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Ferry Noor, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, serta Wakil Menteri Pertahanan Yusuf Jauhari.

Pejabat lainnya yang terlihat hadir adalah Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Baca juga: Prabowo panggil Airlangga sampai Suahasil untuk ratas di Istana

Baca juga: Presiden panggil Syahganda Nainggolan bahas penguatan peran Bakom

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.