asiawebawards.com
  • 2026-07-23 06:46:00 +0000 UTC

    Jul 23, 2026

    Prabowo Minta Rel Kereta Dibangun hingga 14.000 Km, Benchmark Jepang Jadi Acuan

    Kamis, 23 Juli 2026, 13:46 WIB

    Warta Ekonomi, Jakarta -

    Indonesia akan membangun dan mengaktifkan kembali jaringan rel kereta hingga 14.000 kilometer dalam beberapa puluh tahun ke depan. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya mempercepat pengembangan rel kereta di berbagai wilayah untuk memperkuat konektivitas nasional dan mendukung logistik.

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan pemerintah kini tengah menyusun master plan pengembangan jaringan kereta Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi.

    "Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, di mana kita harus membangun dan atau melakukan reaktivasi terhadap rel-rel kereta yang sudah ada tapi pasif selama ini hingga 14.000 kilometer dalam sekian puluh tahun ke depan," ujar AHY dalam acara Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026 di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

    Saat ini Indonesia baru memiliki sekitar 7.000 kilometer jalur rel kereta dan mayoritas hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Target 14.000 kilometer itu berarti dua kali lipat dari jaringan yang ada saat ini.

    Jepang dipilih sebagai acuan pengembangan karena memiliki karakteristik kontur yang mirip dengan Indonesia. Kedua negara sama-sama memiliki ribuan pulau namun Jepang berhasil membangun jaringan kereta yang luas hingga menjangkau pulau-pulau utamanya.

    "Kalau kita menggunakan benchmark Jepang misalnya, sebagai salah satu negara yang memiliki kontur dan karakteristik mirip dengan Indonesia, sama-sama punya 14.000 atau lebih 13.000 pulau, tapi mereka mengembangkan kereta dengan begitu luas jaringannya sampai dengan bisa digunakan oleh masyarakat di pulau-pulau utama mereka," katanya.

    Pengembangan jaringan kereta ini juga membawa manfaat lingkungan yang signifikan. AHY menyebut perluasan rel kereta bisa memangkas emisi karbon hingga 4,2 juta ton CO2.

    Baca Juga: Perusahaan Kereta Whoosh Bakal Diambil Pemerintah, Purbaya: pada Dasarnya Sudah Final

    Selain itu, beralihnya angkutan logistik dari jalan raya ke kereta akan mengurangi kepadatan dan kerusakan infrastruktur jalan. AHY menegaskan program ini menjadi prioritas yang harus dikawal bersama.

    "Dan dengan mengembangkan kereta, kita bisa mengurangi 4,2 juta ton CO2. Selain itu, kita juga bisa mengurangi penggunaan jalan raya bagi transportasi logistik. Ini penting untuk kita kawal bersama-sama," bebernya.

    Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

    Penulis: Christian Andy
    Editor: Christian Andy

    2026-07-23 06:46:00 +0000 UTC