asiawebawards.com
  • 2026-08-02 02:13:44 +0000 UTC

    Aug 02, 2026

    Prabowo Ingatkan Ancaman Global Meningkat: Dunia Makin Rawan, Indonesia Tak Boleh Lengah

    AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mengingatkan Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

    Menurutnya, situasi dunia saat ini memang rawan, namun tidak boleh disikapi dengan kepanikan.

    "Situasi global sangat rawan, tapi tidak ada gunanya kita panik, tidak ada gunanya kita ketakutan. Justru kita harus lebih sadar. Bertindak, berkata, dan bertutur kata harus dengan kearifan dan kebaikan. Kita waspada karena memang kita negara sangat besar, kita negara sangat kaya," kata Prabowo saat bertemu pengurus Kadin pusat dan daerah di Istana Negara.

    Prabowo menjelaskan, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah sekaligus tantangan.

    Menurutnya, sejak dahulu Nusantara telah menjadi incaran bangsa-bangsa lain karena memiliki komoditas strategis, seperti rempah-rempah dan kayu berkualitas.

    "Kalau mau punya angkutan laut yang kuat, kapal perlu rempah-rempah supaya makanan tidak busuk dan membutuhkan kayu yang cocok untuk pelayaran. Kayu-kayu itu ada di Nusantara. Karena itu mereka datang mencari kita untuk rempah-rempah dan kayu," ujarnya.

    Presiden menilai sejarah menunjukkan bahwa negara atau kawasan yang kaya sumber daya alam kerap menghadapi tekanan geopolitik dari berbagai pihak.

    Baca Juga: GREAT Institute: Prabowo Berpeluang Jadi Juru Damai Korea Utara-Korea Selatan

    Ia mencontohkan konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang, menurutnya, tidak terlepas dari besarnya cadangan energi dan mineral strategis yang dimiliki kawasan tersebut.

    "Yang kita bahas ini sedang terjadi di depan mata kita. Tiap sore, tiap malam kita melihat berita tentang eskalasi, eskalasi, eskalasi," ucapnya.

    Prabowo juga mengingatkan bahwa strategi divide et impera atau politik adu domba masih relevan dalam dinamika geopolitik saat ini.

    "Divide et impera itu bukan tulisan di buku-buku sejarah, itu nyata. Divide et impera nyata," tegasnya.

    2026-08-02 02:13:44 +0000 UTC