PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026 dorong peningkatan nilai jual kopi melalui pelatihan pascapanen bagi petani Desa Seboto
Rabu, 2 September 2026 16:37 WIB
Pelatihan pascapanen dilakukan oleh Alam kepada petani kopi Desa Seboto. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melaksanakan salah satu rangkaian program pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan Pasca Panen Kopi bagi para petani kopi Desa Seboto, Boyolali.
Kegiatan ini diselenggarakan di lahan perkebunan kopi milik Desa Seboto sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian melalui penguatan strategi pemasaran.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026 untuk memberikan pemahaman kepada para petani bahwa keberhasilan usaha kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas hasil panen, tetapi juga oleh kemampuan dalam memasarkan produk secara tepat.
Melalui kegiatan ini, para petani memperoleh wawasan mengenai peluang pasar kopi yang terus berkembang serta strategi yang dapat diterapkan agar produk kopi lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Kegiatan menghadirkan Alam Wulang Kautsar, anggota Tim PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026 sekaligus Founder dan CEO TO Coffee, sebagai narasumber. Sebagai pelaku usaha yang bergerak di bidang penyediaan biji kopi dan pengolahan (roasting) untuk didistribusikan kepada berbagai kafe dan restoran, Alam membagikan pengalaman serta pengetahuan mengenai perkembangan industri kopi di Indonesia.
Alam menyebut kopi saat ini telah menjadi salah satu komoditas unggulan di sektor pertanian Indonesia.
“Meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya minum kopi serta berkembangnya industri yang membuka peluang pasar menjadi semakin luas bagi para petani kopi,” kata Alam, Rabu.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kesempatan besar yang perlu dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas produk sekaligus menerapkan strategi pemasaran yang tepat agar mampu menjangkau konsumen secara lebih luas.
Selain menyampaikan materi mengenai potensi industri kopi, narasumber juga memberikan berbagai strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh petani, mulai dari pentingnya menjaga konsistensi kualitas biji kopi, memahami kebutuhan pasar, membangun identitas produk, hingga menjalin kerja sama dengan pelaku usaha kopi seperti kafe, roastery, maupun distributor. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi petani Desa Seboto dalam meningkatkan nilai tambah produk kopi yang dihasilkan.
Antusiasme para petani terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi yang interaktif menunjukkan tingginya semangat peserta untuk memahami perkembangan pasar kopi sekaligus menggali berbagai peluang yang dapat dikembangkan dari potensi kopi Desa Seboto.
Melalui sesi tanya jawab, peserta juga memperoleh berbagai masukan praktis berdasarkan pengalaman narasumber dalam membangun usaha di industri kopi.
Pelaksanaan pelatihan yang telah terlaksana pada 22 Juli 2026 itu menjadi bagian dari komitmen PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026 dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan meningkatnya pemahaman mengenai strategi pemasaran, diharapkan para petani kopi Desa Seboto mampu mengembangkan usahanya secara lebih berkelanjutan, meningkatkan nilai jual hasil panen, serta memperluas akses pasar sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.