Topan Dujuan picu longsor dan banjir di Kanto, Jepang. Empat orang tewas dan enam lainnya hilang, sementara hujan ekstrem mencapai 686,5 mm dalam 24 jam.

Petugas penyelamat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap seseorang yang hilang di sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026, dalam foto yang diambil oleh

Petugas penyelamat melakukan pencarian terhadap seorang warga yang hilang di sebuah rumah yang tertimpa material longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, Selasa (22/9/2026). Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya menemukan enam orang yang masih dinyatakan hilang setelah hujan deras yang dibawa topan memicu tanah longsor di wilayah Kanto sehari sebelumnya. (Mandatory credit Kyodo/via REUTERS)

Petugas penyelamat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap seseorang yang hilang di sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026, dalam foto yang diambil oleh Kyodo ini.

Petugas penyelamat masih melakukan operasi pencarian dan evakuasi setelah tanah longsor menerjang sejumlah rumah di Prefektur Kanagawa dan Chiba. Menurut laporan penyiar publik NHK, sebanyak empat orang tewas dalam bencana tersebut, bertambah dari laporan awal yang menyebut dua korban meninggal dan empat lainnya hilang. (Mandatory credit Kyodo/via REUTERS)

Seorang warga membersihkan lumpur di jalan dekat sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026.

Hujan ekstrem akibat Topan Dujuan juga memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Di Kota Ichihara, Prefektur Chiba, curah hujan mencapai rekor 392,5 milimeter dalam periode 24 jam, menurut NHK. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Foto udara yang diambil oleh Kyodo ini memperlihatkan kawasan permukiman yang terendam banjir akibat hujan deras yang disebabkan oleh Topan Dujuan di Sakura, Prefektur Chiba, Jepang, pada 22 September 2026.

Foto udara memperlihatkan kawasan permukiman yang terendam banjir akibat hujan deras yang dibawa Topan Dujuan di Sakura, Prefektur Chiba, Jepang. Di Oshima, Kepulauan Izu, curah hujan tercatat mencapai 686,5 milimeter dalam 24 jam hingga pukul 17.20 waktu setempat pada Senin, atau sekitar dua kali lipat rata-rata curah hujan bulanan September di wilayah tersebut. (Mandatory credit Kyodo/via REUTERS)

Petugas penyelamat menyingkirkan puing-puing sembari mencari seorang korban hilang di sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026.

Tim penyelamat terus melakukan pencarian korban yang hilang di wilayah Kanagawa, termasuk di sekitar Semenanjung Miura, setelah sejumlah rumah tertimpa tanah longsor. Warga juga membersihkan lumpur dan puing-puing dari jalan setelah topan bergerak menjauh dari Jepang menuju timur laut. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Seorang warga membersihkan lumpur di jalan dekat sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026.

Meski Topan Dujuan telah bergerak menjauhi wilayah Tokyo dan sekitarnya, otoritas meminta warga tetap waspada terhadap potensi tanah longsor. Kondisi tanah masih basah akibat hujan ekstrem sehingga risiko longsor tetap ada. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Petugas penyelamat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap seseorang yang hilang di sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026, dalam foto yang diambil oleh Kyodo ini.

Bencana tersebut juga mengganggu aktivitas warga. Tokyo Electric Power Co. melaporkan sekitar 49.080 rumah tangga di Chiba, Tochigi, Shizuoka, dan Kanagawa masih mengalami pemadaman listrik pada Selasa pagi. Sejumlah layanan kereta juga mengalami pembatalan dan gangguan. (Mandatory credit Kyodo/via REUTERS)

Petugas penyelamat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap seseorang yang hilang di sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026, dalam foto yang diambil oleh

Petugas penyelamat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap seseorang yang hilang di sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026, dalam foto yang diambil oleh Kyodo ini.

Seorang warga membersihkan lumpur di jalan dekat sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026.

Foto udara yang diambil oleh Kyodo ini memperlihatkan kawasan permukiman yang terendam banjir akibat hujan deras yang disebabkan oleh Topan Dujuan di Sakura, Prefektur Chiba, Jepang, pada 22 September 2026.

Petugas penyelamat menyingkirkan puing-puing sembari mencari seorang korban hilang di sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026.

Seorang warga membersihkan lumpur di jalan dekat sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026.

Petugas penyelamat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap seseorang yang hilang di sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor akibat Topan Dujuan di Miura, Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 22 September 2026, dalam foto yang diambil oleh Kyodo ini.