Poso Enegy-PLN komitmen jaga pasokan listrik di tengah El Nino

Selasa, 8 September 2026 16:23 WIB

Image Print

Arsip- Manajer PT Poso Energy, Asmaruddin. (ANTARA/HO-Humas Poso Energy)

Palu (ANTARA) - PT Poso Enegry dan PT PLN (Persero) berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan listrik di tengah fenomena El Nino yang memberikan dampak terhadap elevasi air pada wilayah operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Pasokan listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat maupun kebutuhan industri, maka kami sebagai pihak pengelola energi bersama PLN melakukan langkah-langkah penguatan terhadap sistem kelistrikan untuk kepentingan jangka panjang," kata Manajer PT Poso Energy Asmaruddin dihubungi dari Palu, Selasa.

Ia menjelaskan pada 5 September 2026, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo bersama rombongan meninjau kondisi air di Danau Poso sebagai sumber energi PLTA yang melayani empat provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

Dari pemantauan itu, lanjutnya, diketahui permukaan air danau sekitar 510,3 meter dari permukaan laut (Mdpl) dibandingkan puncak elevasi air pada Mei lalu sekitar 511,9 Mdpl, artinya terjadi menurun muka air sekitar 1,6 meter.

Kondisi itu tentu memberikan dampak terhadap kinerja turbin dan energi listrik yang dihasilkan, sehingga perlu langkah konkret mengatasi kondisi tersebut.

"Surutnya air Danau Poso pada bulan September 2026 lebih rendah dibanding fenomena El Nino September 2023. Elevasi saat ini 510.30 Mdpl sedangkan elevasi pada bulan yang sama tahun 2023 adalah 510.60 Mdpl atau muka air danau tahun 2026 lebih rendah 0,3 meter," ujar dia.

Di perkirakan potensi penurunan muka air danau masih berpotensi berlanjut hingga Oktober mendatang sebagai mana prakiraan dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Asmaruddin mengemukakan langkah dilakukan pihaknya saat ini sebagai bentuk mitigasi memanfaatkan teknologi dengan metode Operasi Modifikasi Cuaca (MCO), guna mengoptimalkan kondisi atmosfer supaya danau lebih basah.

"Modifikasi cuaca sudah dimulai sejak awal September menggunakan dua unit pesawat tanpa awak di dua lokasi berbeda yakni Desa Tokilo, Kecamatan Pamona Tenggara dan Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat dengan harapan dapat membantu mengembalikan elevasi air," ujar dia.

Ia mengatakan menghadapi kondisi kemarau berkepanjangan pihaknya mengatur porsi energi dari pembangkit untuk disuplai kepada PLN, di mana produksi energi listrik pada musim penghujan ditetapkan sebesar 55 persen, sedangkan produksi pada musim kemarau sebesar 45 persen.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026