Posisi Gianni Infantino Terancam, Presiden FIFA Dikabarkan Cari Dukungan Donald Trump
Selasa, 04 Agustus 2026, 16:57 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA tengah menjadi sorotan setelah muncul polemik terkait rencana penjualan saham Piala Dunia. Pria asal Swiss itu bahkan dikabarkan mulai mencari dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mempertahankan kursi kepemimpinannya.
Mengutip laporan New York Post, Infantino disebut berupaya menjalin komunikasi dengan Trump serta meminta pembicaraan pribadi dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Langkah tersebut dilakukan di tengah tekanan yang semakin besar terhadap kepemimpinannya di FIFA.
Tekanan terhadap Infantino muncul setelah proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) menuai banyak kritik dari berbagai pihak. Perusahaan tersebut sebelumnya dirancang untuk mengelola sejumlah turnamen besar FIFA, termasuk Piala Dunia.
Melalui FFE, FIFA berencana menjual saham minoritas kepada investor swasta dengan nilai perusahaan yang diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp362 triliun. Namun, rencana itu langsung memicu kontroversi karena dianggap membuka peluang privatisasi sepak bola.
Sejumlah konfederasi sepak bola dunia seperti UEFA, CONCACAF, dan AFC menolak gagasan tersebut. Mereka menilai pengelolaan turnamen terbesar FIFA tidak seharusnya melibatkan kepemilikan swasta.
Besarnya penolakan akhirnya membuat FIFA membatalkan wacana pendirian FFE. Keputusan tersebut kemudian ikut memunculkan pertanyaan mengenai masa depan kepemimpinan Infantino yang sudah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016.
Sejumlah pihak mulai mendesak adanya perubahan di tubuh FIFA setelah kontroversi tersebut. Mereka menilai langkah-langkah yang diambil Infantino selama masa kepemimpinannya perlu dievaluasi.
Dalam situasi tersebut, hubungan dekat Infantino dengan Donald Trump kembali menjadi perhatian. Presiden FIFA itu disebut melihat Amerika Serikat sebagai mitra penting untuk memperkuat pengaruh sepak bola global.
Infantino dikabarkan ingin membahas sepak bola sebagai instrumen soft power bagi Amerika Serikat. Dukungan dari Trump dinilai dapat membantu memperkuat posisinya di tengah tekanan yang muncul dari berbagai pihak.
Baca Juga: Gianni Infantino Mulai Ditinggalkan? Wales Resmi Tolak Dukung Presiden FIFA untuk Periode Baru
Hubungan Infantino dan Trump memang sudah terjalin dalam beberapa tahun terakhir, terutama menjelang hingga berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Trump bahkan sempat menerima penghargaan FIFA Peace Prize sebagai bentuk apresiasi dari organisasi sepak bola dunia tersebut. Kedekatan keduanya membuat langkah politik Infantino semakin menjadi sorotan.
Selain itu, proposal FFE juga dikaitkan dengan Thrive Capital, perusahaan investasi milik Josh Kushner yang merupakan saudara dari Jared Kushner, menantu Donald Trump.
Keterlibatan pihak yang memiliki hubungan dengan lingkaran Trump membuat polemik rencana penjualan saham Piala Dunia semakin ramai diperbincangkan. Kini, masa depan kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA menjadi salah satu isu besar yang terus mendapat perhatian dunia sepak bola.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama