Nagan Raya (ANTARA) - Polres Nagan Raya, Aceh menyiagakan personel sebagai upaya memperketat pengamanan dan pengaturan arus lalu-lintas di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah ini, sebagai upaya mencegah penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi.
“Setiap hari, personel kepolisian disiagakan secara bergiliran di titik-titik SPBU rawan antrean, menyesuaikan dengan jam operasional dan tingkat kepadatan kendaraan,” kata Kapolres Nagan Raya, Aceh, AKBP Muhammad Taufik kepada wartawan, Kamis.
Ia menegaskan kehadiran polisi di SPBU adalah bentuk pelayanan langsung untuk menjamin rasa aman, dan memastikan keadilan distribusi BBM subsidi bagi seluruh warga.
“Personel kami hadir di lapangan untuk mengatur antrean, memantau proses pendistribusian BBM, serta memastikan kegiatan masyarakat di SPBU berjalan tertib. Kami juga terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk menyesuaikan pola pengamanan dengan dinamika di lapangan,” ujarnya.
Di lapangan, petugas memandu alur kendaraan mulai dari pintu masuk hingga keluar SPBU. Begitu antrean mulai memanjang dan memakan badan jalan, personel bergerak cepat melakukan rekayasa lalu lintas kecil agar kendaraan tetap mengalir dan pengguna jalan lain tidak dirugikan.
Tak sekadar mengatur lalu lintas, personel di lapangan juga mengawasi langsung proses pengisian BBM. Pengawasan ini ditujukan untuk memblokir celah kecurangan, seperti pengisian berulang (pelangsiran) maupun dugaan penimbunan yang dapat merugikan masyarakat luas.
Kapolres Muhamad Taufiq mengatakan kehadiran personel kepolisian di lapangan untuk mengatur antrean, memantau proses pendistribusian BBM, serta memastikan kegiatan masyarakat di SPBU berjalan tertib.
Kepolisian setempat juga terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk menyesuaikan pola pengamanan dengan dinamika di lapangan.
Menanggapi maraknya isu liar terkait kelangkaan BBM, Kapolres Muhammad Taufik mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi (panic buying).
“Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak membeli BBM secara berlebihan berdasarkan isu yang belum jelas kebenarannya. Mari ikuti arahan petugas di lapangan dan saling menghormati saat mengantre demi kenyamanan kita bersama,” pungkasnya.
Baca juga: Pemkab Aceh Barat usulkan penambahan BBM subsidi untuk nelayan
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.