Bengkayang (ANTARA) - Kepolisian Resor Bengkayang, Kalimantan Barat, mengusulkan pembangunan 29 titik sumur bor di sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai upaya mengatasi keterbatasan sumber air saat proses pemadaman.

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan, pemetaan titik sumur bor tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima masukan dari masyarakat mengenai kendala ketersediaan sumber air ketika terjadi kebakaran.

“Kapolsek jajaran sudah kita perintahkan untuk memetakan lokasi yang membutuhkan sumur bor. Saat ini ada 29 titik yang direncanakan untuk pembangunan dan sudah dilaporkan kepada Polda Kalbar,” kata Syahirul saat sosialisasi penanganan karhutla bersama Tim Mabes TNI di Kecamatan Sungai Raya, Kamis.

Menurut dia, keberadaan sumber air yang mudah dijangkau sangat penting untuk mempercepat penanganan kebakaran, terutama di wilayah yang jauh dari sumber air maupun memiliki akses yang sulit bagi kendaraan pemadam.

Selain sumur bor, Polres Bengkayang juga mendorong penyediaan hidran dan mesin pompa air di lokasi yang dinilai rawan karhutla. Sarana tersebut nantinya dapat digunakan masyarakat maupun petugas untuk mendukung pemadaman apabila terjadi kebakaran.

Kapolres menjelaskan upaya memperkuat sumber air tersebut merupakan bagian dari strategi penanganan karhutla yang dilakukan secara terpadu. Polres Bengkayang juga telah membagi wilayah penanganan menjadi tiga rayonisasi berdasarkan jarak dan akses dari Mapolres.

“Dengan rayonisasi ini, kita ingin mempercepat respons apabila terjadi kebakaran. Karena jarak menuju beberapa wilayah cukup jauh, kesiapsiagaan dan kecepatan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Selain penguatan sarana, Polres Bengkayang meningkatkan pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat, kampanye publik, pembentukan desa tanggap bencana, patroli terpadu di darat dan udara dengan dukungan drone, serta pembentukan posko tanggap darurat di masing-masing wilayah rayonisasi.

Dalam penanganan karhutla, Polres Bengkayang juga mendapat dukungan 30 personel BKO Brimob Mabes Polri yang ditempatkan di tiga rayon untuk memperkuat respons apabila terjadi kebakaran.

Kapolres Bengkayang menegaskan pencegahan tetap menjadi langkah utama dengan mengajak masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara membakar.

“Kita terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan sejak dini menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” katanya.

Sementara itu, Dandim 1209/Bengkayang Letkol Inf. Aprianda mengatakan, pembangunan sumber air menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

Menurut dia, secara keseluruhan direncanakan pembangunan sekitar 100 titik sumur bor di lokasi yang mudah diakses dan memiliki kerawanan kebakaran.

Kabupaten Bengkayang memiliki sekitar 39.583,04 hektare lahan gambut yang tersebar di enam kecamatan dengan ketebalan antara 50 hingga 200 sentimeter.

"Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla," ujarnya.

Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.