Polres Bengkayang panen 5 ton jagung dari lahan Eks-PETI
Bengkayang (ANTARA) - Kepolisian Resor Bengkayang, Kalimantan Barat, memanen sekitar lima ton jagung dari lahan bekas pertambangan emas tanpa izin (PETI) seluas dua hektare di Sentagi Dalam, Desa Bani Amas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.
"Panen tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan Polres Bengkayang sekaligus menunjukkan pemanfaatan lahan eks-PETI yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian yang memberikan hasil bagi masyarakat," ujar Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab di Bengkayang, Selasa.
Kapolres mengatakan, keberhasilan panen tersebut menunjukkan lahan eks-PETI masih dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung ketahanan pangan apabila dikelola dengan baik.
"Saya turut berbangga karena hari ini kita bisa memanfaatkan lahan eks-PETI untuk ditanam jagung. Hasilnya hari ini bisa kita lihat bersama, jagung yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan kita bisa melaksanakan panen," kata Kapolres.
Ia menjelaskan jagung yang dipanen ditanam menggunakan benih jagung hibrida NK 6172-Bt11xGA21 Perkasa Sakti sebanyak sekitar 25 kilogram. Dari lahan demplot seluas sekitar dua hektare tersebut diperoleh hasil sekitar lima ton jagung.
Menurut dia, pemanfaatan lahan eks-PETI menjadi lahan pertanian merupakan langkah positif karena selain menghasilkan komoditas pangan, juga dapat membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
Syahirul mengajak masyarakat, kelompok tani dan pemerintah desa untuk bersama-sama mengoptimalkan lahan kosong maupun lahan tidur yang masih tersedia agar memberikan manfaat dan nilai ekonomi.
"Apabila Bapak dan Ibu memiliki lahan kosong yang tidak terpakai, silakan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Saya mengajak masyarakat, kelompok tani dan instansi pemerintah untuk terus mengoptimalkan lahan produktif maupun lahan tidur agar berdampak positif terhadap ekonomi warga," ujarnya.
Baca juga: Kapolri beri bantuan alsintan untuk petani jagung di Bengkayang
Baca juga: Bengkayang dorong peningkatan produksi jagung untuk kebutuhan ekspor
Ia menegaskan Polri tidak hanya menjalankan tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut mendukung program pemerintah melalui keterlibatan langsung dalam sektor pertanian.
"Tugas pokok Polri selain melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, Polri juga turun ke lapangan sebagai petani jagung untuk menanam jagung guna menyukseskan program ketahanan pangan," katanya.
Selain panen, Polres Bengkayang menyerahkan alat penyemprot atau sprayer kepada Kelompok Tani Panca Bengkayang. Bantuan tersebut diharapkan membantu petani dalam melakukan perawatan tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Syahirul mengatakan kegiatan penanaman hingga panen tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, kelompok tani dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan.
"Program penanaman dan panen jagung ini merupakan wujud nyata dukungan aktif Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan serta swasembada pangan nasional," ujarnya.
Ia menilai jagung memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Karena itu, pemanfaatan lahan-lahan yang tersedia perlu terus didorong agar produksi pangan di daerah meningkat.
Baca juga: Panen raya jagung di Bengkayang perkuat ketahanan pangan keluarga
Baca juga: Prabowo operasikan mesin corn combine harvester saat panen raya jagung
Pewarta: Narwati
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.