Cimahi (ANTARA) - Polres Cimahi, Jawa Barat, menerjunkan tim digital forensik guna mendalami kasus tewasnya seorang pria yang ditemukan bersimbah darah di kamar kontrakan di Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Kapolres Cimahi AKBP M. Faruk Rozi di Cimahi, Rabu, mengatakan pemeriksaan digital forensik dilakukan terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap kronologi kejadian.

"Saat ini, hasil digital forensik di Puslabfor Polri belum keluar. Digital forensik kami lakukan agar bisa mengetahui siapa yang menyerang terlebih dahulu atau apakah ada duel antara keduanya," katanya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/8) pagi. Dua pria, yakni DK (28) dan AN (23), ditemukan warga dalam kondisi penuh luka di kamar kontrakan di Kampung Lembur Sawah, RT 05/RW 16.

Keduanya kemudian dievakuasi warga ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, AN dinyatakan meninggal dunia pada Kamis sore setelah menjalani perawatan intensif di RS Hasan Sadikin Bandung.

Faruk mengatakan hasil pemeriksaan digital forensik nantinya menjadi dasar bagi penyidik dalam menentukan kepastian hukum perkara tersebut. Polisi juga masih berupaya meminta keterangan dari DK yang selamat.

"Ya jadi hasil dari digital forensik itu menjadi dasar penyidik menentukan kepastian hukum dari kasus tersebut. Doakan saja agar segera ada hasilnya," ujarnya.

Menurut Faruk, kejadian tersebut berawal saat AN mendatangi DK yang sedang berada di kamar kontrakan adiknya. Polisi memastikan kedua pria tersebut saling mengenal.

"Terkait aksi penganiayaan tersebut, terjadi karena ada permasalahan di antara saudara DK dan AN. Mereka saling kenal," kata Faruk.

Hingga kini, polisi belum memastikan siapa yang terlebih dahulu melakukan penyerangan maupun apakah terjadi perkelahian antara keduanya. Penyidik masih menunggu hasil digital forensik dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.