Polisi Sebut Ada 5 Orang yang Bawa Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Diduga Atas Perintah Sang Ibu
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:30 WIB
Jakarta, VIVA – Misteri sosok yang membawa atlet golf putri Jesslyn Wijaya dari sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, mulai terungkap.
Baca Juga
Polisi mengungkap, ada sekitar empat hingga lima orang yang menjemput Jesslyn, dan mereka diduga bergerak atas perintah ibu korban.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Temuan itu menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam penyelidikan dugaan penculikan yang hingga kini masih didalami Polres Metro Jakarta Pusat.
Baca Juga
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Heri Saputra mengatakan, penyidik telah mengidentifikasi orang-orang yang membawa Jesslyn meninggalkan lokasi pada 13 Juli 2026 lalu.
"Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya. Ibunya Jesslyn yang suruh,” tuturnya, dikutip Sabtu, 1 Agustus 2026.
Baca Juga
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, rombongan tersebut membawa Jesslyn dari Jakarta menuju Semarang. Setelah itu, Jesslyn diketahui bertemu dengan ibunya sebelum melanjutkan perjalanan ke luar negeri.
Dari Semarang, Jesslyn bertolak melalui Bandara Ahmad Yani menuju Malaysia, lalu melanjutkan penerbangan ke Bangkok, Thailand, bersama ibu dan bibinya.
Tak hanya mengungkap siapa yang membawa Jesslyn, polisi juga mulai menemukan dugaan motif di balik peristiwa tersebut.
Roby menyebut penyidik menduga tindakan itu berkaitan dengan persoalan keluarga, khususnya ketidaksetujuan orang tua terhadap hubungan maupun pergaulan Jesslyn.
“Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orangtua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya,” kata dia.
Saat ditanya apakah Jesslyn sengaja dipisahkan dari lingkungan pergaulannya, Roby memberikan jawaban singkat.
“Iya," ujar Roby.
Meski identitas orang-orang yang membawa Jesslyn telah diketahui, polisi belum dapat memastikan apakah peristiwa tersebut memenuhi unsur pidana penculikan.
Penyidik masih harus memastikan apakah Jesslyn ikut bersama rombongan tersebut atas kemauan sendiri atau berada dalam tekanan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya,” tuturnya.
Saat ini polisi telah mengantongi video testimoni Jesslyn. Namun, penyidik menilai keterangan tersebut belum cukup untuk menarik kesimpulan.
Halaman Selanjutnya
Karena itu, polisi menjadwalkan komunikasi langsung melalui Zoom meeting atau video call dengan Jesslyn yang hingga kini masih berada di luar negeri.