REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) mengimbau masyarakat untuk selalu memerhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Imbauan ini disampaikan menyusul peristiwa kebakaran yang melanda sejumlah rumah di permukiman padat penduduk di Gang Sakura, Kelurahan Sario, Kecamatan Sario, Kota Manado, pada Senin (12/19) sore.

Plt. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Johannes Kindangen, menekankan pentingnya memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik. Ia juga mengingatkan warga agar tidak menggunakan sambungan listrik yang tidak standar karena berpotensi menimbulkan korsleting atau arus pendek yang dapat memicu api.

Kronologi dan Upaya Pemadaman

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 Wita. Berdasarkan keterangan saksi mata, api pertama kali muncul dari salah satu rumah yang berada di bagian tengah permukiman. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merembet dengan cepat ke bangunan lain di sekitarnya. Kondisi angin yang cukup kencang turut menyulitkan proses pemadaman di lokasi.

Untuk membantu penanganan, Polda Sulut mengerahkan dua unit mobil Armoured Water Cannon (AWC) milik Ditsamapta. Kedua kendaraan taktis tersebut bergabung dengan sembilan unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Manado. Petugas gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, petugas pemadam, dan warga terus berupaya keras mengendalikan api agar tidak semakin meluas.

“Personel Polda Sulut bersama petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait terus berupaya melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjauhi lokasi kebakaran, serta memberikan ruang bagi petugas untuk melaksanakan tugasnya,” ujar Kombes Johannes.

Dugaan Penyebab dan Dampak Kerugian

Dugaan sementara, kebakaran ini dipicu oleh arus pendek listrik. Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan bahwa penyebab pasti kejadian tersebut masih belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan serta penyelidikan lebih lanjut dari tim terkait.

Akibat peristiwa ini, sejumlah rumah dilaporkan hangus terbakar. Estimasi kerugian sementara ditaksir mencapai miliaran rupiah. Hingga saat ini, proses pemadaman dan pendataan dampak kebakaran masih terus berlangsung. Jumlah pasti rumah yang terdampak serta total kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Kombes Johannes menegaskan bahwa pengerahan kendaraan AWC merupakan wujud dukungan nyata kepolisian dalam membantu penanganan darurat dan melindungi keselamatan masyarakat. Pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus berkoordinasi untuk mendukung penanganan di lokasi kejadian.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara