Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Agustus lalu berdampak pada kehidupan warga sekaligus usaha yang menjadi sumber penghidupan keluarga. Bagi sebagian warga, rumah, tempat usaha, dan alat kerja ikut terbakar.

Di tengah proses pemulihan, membantu warga kembali produktif menjadi bagian penting agar mereka dapat bangkit. Salah satu warga terdampak, Heppy Susanti, merasakan langsung kehilangan tersebut.

"Yang paling berat bukan hanya kehilangan tempat tinggal atau tempat berjualan. Kami kehilangan tempat untuk bekerja. Padahal dari menenun dan menjual kain inilah kebutuhan keluarga sehari-hari dipenuhi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heppy merupakan nasabah PNM Mekaar yang bergabung sejak lima tahun lalu. Ia sempat merasa kehilangan harapan setelah rumahnya hangus terbakar.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama BRI Insurance (BRINS) melanjutkan pendampingan bagi nasabah terdampak melalui program Madani Tanggap Desa Adat Sade. Setelah membantu pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan kini diarahkan pada penguatan usaha agar nasabah dapat kembali beraktivitas secara ekonomi.

"Saya terharu saat PNM datang dua hari setelah kebakaran dan langsung kasih bantuan. Sekarang PNM datang kembali dengan bantuan yang lebih bermakna," ujar Heppy.

Pada tahap awal pemulihan, PNM menyalurkan peralatan dapur dan kebutuhan keluarga. Dukungan dilanjutkan dengan pemberian alat tenun, mesin jahit industrial, dan gawangan untuk mendukung kegiatan produksi warga.

PNM juga memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga dan anak-anak. Langkah ini dilakukan agar pemulihan tidak hanya menyentuh sisi ekonomi, tetapi juga kondisi keluarga.

"Alat tenun ini sangat berarti bagi kami. Mudah-mudahan setelah ini kami bisa mulai menenun lagi, punya penghasilan lagi, dan perlahan mengembalikan kehidupan seperti sebelumnya," tambah Heppy.

Ia mengaku telah menerima bantuan dari asuransi dan merasakan manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Desa Sade terdapat 56 nasabah binaan PNM Mekaar yang mengandalkan usaha tenun, kerajinan, hingga penjualan kain khas Sade.

Di sisi lain, Direktur Utama PNM, Kindaris, menyatakan pemulihan tidak cukup dengan memenuhi kebutuhan sesaat. Menurutnya, masyarakat juga perlu dibukakan kembali jalan untuk membangun sumber penghidupan.

Perlindungan dari BRINS turut menjadi bagian dari pemulihan melalui pembayaran klaim asuransi. Dukungan itu membantu nasabah memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menata kembali usaha setelah kebakaran.

"PNM berharap bantuan ini menjadi langkah awal agar ibu-ibu di Desa Adat Sade dapat kembali menjalankan usahanya. Ketika alat kerja kembali tersedia, harapan untuk menghidupkan kembali ekonomi keluarga juga ikut tumbuh. Dan dalam kesempatan ini kami menggandeng BRI Insurance untuk menyalakan harapan itu," tuturnya.

Sade tidak sekadar destinasi wisata. Desa adat yang dikenal dengan rumah tradisional dan kerajinan tenun itu menjadi ruang hidup bagi warga yang bertahun-tahun menjaga tradisi dan menggantungkan ekonomi pada pariwisata serta kerajinan.

Maka dari itu, menghidupkan kembali Sade berarti membantu tradisi tetap memiliki ruang untuk tumbuh. Saat seorang ibu kembali menenun, yang dipulihkan bukan hanya pendapatan keluarga, tetapi juga keterampilan yang diwariskan antargenerasi.

PNM menyiapkan pendampingan lanjutan melalui berbagai program pemberdayaan. Program itu meliputi penguatan usaha melalui klasterisasi, pengembangan Ruang Pintar untuk pendidikan anak, dan pembukaan akses pasar yang lebih luas agar produk warga tidak berhenti di pasar lokal.

"Ini bagian dari misi pemberdayaan PNM, membuka akses dan kesempatan agar nasabah mampu untuk kembali berdiri setelah bencana, mengembangkan usaha, dan melihat pasar yang lebih luas," tutup Kindaris.

Dukungan terhadap alat kerja, perlindungan asuransi, dan pendampingan usaha menjadi bagian dari proses pemulihan warga Sade setelah kebakaran. Bagi masyarakat yang kehilangan sumber penghidupan, kesempatan untuk kembali bekerja menjadi salah satu tahapan penting dalam menata kehidupan mereka.

(rir)