Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember membagikan masker kepada pengguna jalan untuk mengantisipasi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.
"Kasus ISPA harus diwaspadai karena terjadi peningkatan di sejumlah daerah, sehingga aksi cepat tanggap diwujudkan melalui pembagian masker gratis kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Markas PMI Jember," kata Kabid Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember, Narto.
Kegiatan sosial yang melibatkan sejumlah staf dan relawan Korps Sukarela (KSR) Markas PMI Jember ini dilaksanakan menyusul lonjakan kasus penyintas flu di tengah masyarakat, termasuk maraknya laporan paparan flu Tipe A.
"Kekhawatiran kami bukan tanpa alasan karena berdasarkan informasi yang dihimpun, banyak warga Jember yang terserang flu hingga mengakibatkan sejumlah siswa terpaksa tidak masuk sekolah," tuturnya.
Bahkan, penularan kasus ISPA tersebut juga berdampak pada internal relawan PMI yang turut tertular virus serupa, sehingga harus istirahat di rumah dan tidak bekerja.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember tercatat pada pekan ke-35 (24–30 Agustus 2026) tercatat 2.187 kasus ISPA dan jumlah tersebut meningkat menjadi 2.482 kasus pada pekan ke-36 (31 Agustus–6 September 2026)," katanya.
Kasus ISPA kembali melonjak pada pekan ke-37 (7–13 September 2026) dengan 2.893 kasus. Namun, pada pekan berikutnya jumlah kasus turun menjadi 1.048 kasus, berdasarkan laporan periode 14–20 September 2026.
Dari data 2.893 kasus ISPA pada minggu ke-37, tercatat sebanyak 566 pasien harus menjalani rawat inap di rumah sakit, puskesmas, serta berbagai fasilitas kesehatan lainnya.
Sementara untuk kasus pneumonia pada pekan ke-35, terdapat 199 kasus dan angka itu meningkat menjadi 213 kasus pada pekan ke-36 dan mencapai 342 kasus pada pekan ke-37, kemudian memasuki pekan ke-38, kasus pneumonia turun menjadi 147 kasus.
"Peningkatan kasus ISPA itu terpantau melonjak tajam dalam tiga pekan terakhir. Berubah-ubahnya kondisi cuaca, paparan asap, polusi, debu, serta tingginya tingkat penularan antar-individu menjadi faktor utama pemicu infeksi saluran pernapasan tersebut," katanya.
Narto mengatakan penting langkah preventif melalui penggunaan masker di ruang publik guna menekan laju penyebaran kasus ISPA tersebut.
"Pemakaian masker penting bagi yang sakit dan juga yang belum sakit. Bagi yang sakit, agar virusnya tidak menyebar dan bagi yang masih sehat tidak terpapar virus yang sudah menyebar,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa aksi simpatik itu sekaligus menjadi bentuk sinergi dan dukungan nyata PMI terhadap instruksi Pemerintah Kabupaten Jember karena Bupati Jember Muhammad Fawait telah mengeluarkan surat edaran resmi terkait kewajiban pemakaian masker, khususnya bagi para siswa yang sedang sakit di lingkungan sekolah.
"Melalui langkah preventif itu, PMI Jember berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga penyebaran flu tipe A maupun ISPA di Jember dapat segera ditekan secara optimal," ujarnya.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.