PLN Natuna tambah mobile power plant di pulau penyangga
PLN Natuna tambah mobile power plant di pulau penyangga
Minggu, 19 Juli 2026 15:57 WIB
Mesin mobiler milik PLN Natuna di Sedanau. ANTARA/HO-PLN Natuna
Natuna (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menambah dua unit mesin mobile power plant (mobiler) di Sedanau, salah satu pulau penyangga, sebagai upaya meminimalkan atau mengurangi risiko pemadaman.
Manager ULP PLN Natuna Rafki Chandra dikonfirmasi dari Natuna, Ahad, mengatakan penambahan power plant, karena satu unit mesin pembangkit tenaga diesel berkapasitas 250 kilowatt (kW) mengalami kerusakan pada bagian cylinder head (cyl head).
Kerusakan tersebut menyebabkan pasokan daya berkurang sehingga PLN terpaksa menerapkan pemadaman terbatas secara bergilir untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
Tambahan dua unit mesin mobiler, kata dia, telah tiba di Pulau Sedanau pada Selasa (14/7) dan telah dioperasikan. Penambahan mesin ini menjadi langkah cepat agar kekurangan pasokan listrik tidak mengganggu aktivitas ekonomi di wilayah sekitar, meski belum sepenuhnya mampu menutupi kebutuhan daya masyarakat.
"Defisit daya terjadi karena satu unit mesin pembangkit mengalami gangguan dan saat ini sedang dalam proses perbaikan," katanya.
Rafki menjelaskan sistem kelistrikan Sedanau memiliki beban puncak sekitar 620 kilowatt (kW) dengan jumlah pelanggan mencapai 1.916.
Ia menyebut meski dua unit mesin mobiler beroperasi, sistem masih mengalami kekurangan daya sekitar 10 kW. Kondisi itu menyebabkan PLN masih harus melakukan pengaturan pasokan listrik. Namun durasi pemadaman tidak lama seperti sebelum ada penambahan mesin.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan. Karena, apabila seluruh beban dipaksakan dilayani dalam kondisi pasokan yang belum mencukupi, gangguan yang terjadi berpotensi menyebabkan pembangkit berhenti beroperasi dan mengakibatkan pemadaman yang lebih luas.
"Saat ini masih terdapat kekurangan daya sekitar 10 kW, sehingga pada waktu-waktu tertentu masih diperlukan pengaturan pasokan listrik secara terbatas di beberapa lokasi agar sistem tetap andal dan tidak mengalami gangguan yang lebih luas," ujarnya.
Ia menegaskan PLN terus berupaya semaksimal mungkin memulihkan kondisi kelistrikan di Sedanau agar pasokan listrik kembali normal.
"PLN terus mempercepat proses perbaikan, dan diharapkan mesin tersebut dapat kembali beroperasi hari ini sehingga pasokan listrik dapat kembali normal," kata Rafki.
Sementara itu, warga Sedanau Eko mengatakan kondisi kelistrikan di Sedanau kini telah kembali normal setelah adanya penambahan mesin pembangkit.
Menurutnya, PLN bergerak cepat dalam menangani persoalan tersebut sehingga masa pemadaman bergilir tidak berlangsung lama.
"Pemadaman tidak berlangsung lama. Sesuai jadwal, listrik padam selama tiga jam, kemudian menyala selama enam jam, dan pola itu terus berulang. Tidak ada yang diistimewakan, semuanya diberlakukan secara adil dan merata," ucapnya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.