Jakarta (ANTARA) - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengintegrasikan pengembangan bioenergi sebagai bahan bakar pembangkit listrik dengan pemberdayaan sektor pertanian.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

"Melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian, PLN EPI terus membangun ekosistem biomassa yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat rantai pasok energi primer, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Mamit, atas pencapaian itu, Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir meraih penghargaan ajang Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) Innovation Award 2026, yang merupakan bagian dari rangkaian The 12th Inagritech 2026-Indonesia International Agriculture Technology Expo.

"Penghargaan yang diterima Direktur Biomassa PLN EPI ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kepemimpinannya yang mengintegrasikan pengembangan bioenergi dengan pemberdayaan sektor pertanian," sebutnya.

Menurut Mamit, keberhasilan pengembangan biomassa juga tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak.

Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan inovasi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di lapangan.

"Ke depan, PLN EPI akan terus memperkuat kemitraan dengan para petani, kelompok tani, pemerintah daerah, serta pelaku usaha agar biomassa tidak hanya menjadi solusi energi terbarukan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," kata Mamit.

Baca juga: PLN EPI sebut efisiensi rantai pasok jadi penentu pemanfaatan biomassa

Baca juga: Aspebindo: Prospek pengembangan bionergi berbasis sawit menjanjikan

Ia menjelaskan, melalui limbah pertanian sebagai bahan bakar biomassa untuk program co-firing PLTU, PLN EPI terus menghadirkan solusi yang menghubungkan sektor pertanian dan energi dalam satu rantai nilai yang saling menguatkan.

Dengan demikian, biomassa tidak hanya menjadi instrumen percepatan transisi energi menuju net zero emissions (NZE), tetapi juga menjadi penggerak produktivitas pertanian, pencipta nilai tambah bagi masyarakat, serta fondasi ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.

Mamit menambahkan PLN EPI akan terus memperkuat ekosistem biomassa nasional melalui pengembangan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Perusahaan membangun kemitraan dengan petani, kelompok tani, badan usaha, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan keberlanjutan pasokan biomassa.

"Pendekatan tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan bahan bakar cofiring di PLTU, tetapi juga membuka pasar baru bagi hasil samping pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi sirkular di sektor pertanian," sebut Mamit.

Baca juga: Menperin yakin RI punya potensi kuat jadi pemain utama bioenergi

Baca juga: PLN EPI dorong bioenergi jadi motor diversifikasi energi nasional

Baca juga: PLN EPI target serap 10 juta ton biomassa pada 2030

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.