PLN Batam: Pemulihan listrik Batam-Bintan 100 persen pada Rabu

Minggu, 18 Oktober 2026 22:05 WIB

Image Print

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo (tengah) dan Direktur Operasi PT PLN Batam Dinda Alamsyah (kanan) memaparkan kronologi dan upaya mitigasi dari pemadaman listrik di Batam, Kepri, Minggu (18/10/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - PT PLN Batam mengatakan pemulihan pasokan listrik di Pulau Batam dan Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), pascagangguan sistem kelistrikan pada Senin (12/10) telah mencapai 100 persen pada Rabu (14/10) setelah upaya penormalan listrik.

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo menjelaskan gangguan bermula pada Senin, pukul 06.28 WIB, di salah satu trafo pada gardu induk Sei Harapan, Batam.

“Gangguan berupa flashover atau loncatan listrik yang menimbulkan percikan api tersebut memicu hubungan arus pendek (short circuit). Pemutus arus atau circuit breaker (CB) seharusnya memutus aliran listrik ketika terjadi gangguan, namun ini tidak terjadi,” katanya di Batam, Minggu.

Akibatnya, gangguan masuk ke jaringan utama PLN Batam bertegangan 120 kilovolt (kV) dan menjalar ke wilayah Sagulung hingga pembangkit listrik di Tanjung Uncang.

Pembangkit Tanjung Uncang mengalami gangguan, kemudian diikuti pembangkit lainnya yang tidak mampu menggantikan pasokan daya dari pembangkit bertegangan 220 kV tersebut.

“Kondisi tersebut menyebabkan sistem kelistrikan mengalami gangguan dan pada pukul 06.37 WIB semua pembangkit terlepas dari sistem kita,” kata Kwin Fo.

PLN Batam mulai melakukan pemulihan secara bertahap sekitar pukul 08.00 WIB dengan upaya penormalan listrik di setiap gardu secara bertahap.

“Pada Senin sekitar pukul 22.00 WIB, pasokan listrik di Batam telah pulih sekitar 69 persen. Pemulihan mencapai 100 persen di Batam sekitar pukul 01.00 WIB pada Selasa dini hari,” katanya.

Sementara itu, pemulihan pasokan listrik di Pulau Bintan berlangsung lebih lambat dibandingkan Batam.

“Kami juga ingin minta maaf atas keterlambatan penormalan pasokan listrik ke Bintan, di mana baru kembali normal sepenuhnya pada Rabu dengan pemulihan mencapai 100 persen sekitar pukul 18.30 WIB,” kata dia.

Setelah sistem kelistrikan kembali normal, PLN Batam memastikan peralatan bekerja sesuai standar dengan penyelidikan kronologi kejadian dan melakukan uji peralatan.

Direktur Operasi PT PLN Batam Dinda Alamsyah mengatakan tim teknis PLN Batam bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kepri dan Bareskrim Mabes Polri melakukan uji fungsi peralatan di Gardu Induk Sei Harapan pada Jumat (16/10).

Sebelum pengujian, tim juga melihat riwayat pemeliharaan peralatan, kemudian menguji sejumlah perangkat, termasuk CB 150 kilovolt (kV) yang berfungsi sebagai pemutus arus.

“Hasil pengujian yang dilakukan oleh tim teknis, meliputi waktu kerja dan keserempakan peralatan, menunjukkan bahwa semua peralatan CB 150 kV berfungsi dengan normal,” kata Dinda.

Pengujian serupa dilakukan terhadap CB 20 kV, termasuk pemeriksaan keserempakan dan waktu kerja. Hasilnya menunjukkan peralatan tersebut juga berfungsi normal.

Selain itu, tim menguji peralatan pendukung, termasuk baterai yang memasok daya arus searah (direct current/DC).

"Seluruh peralatan yang diperiksa berfungsi normal sesuai dengan Standar PLN (SPLN) yang berlaku di Indonesia," katanya.

Kondisi tersebut, lanjut dia, juga terlihat saat proses penormalan sistem kelistrikan, ketika seluruh peralatan dapat beroperasi tanpa kendala.

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.