PLN Bakal Serap Listrik Hasil PSEL Legoknangka, Wamen ESDM: Sesuai Arahan Presiden Prabowo
Jumat, 31 Juli 2026 - 16:05 WIB
Jakarta, VIVA – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan pemerintah, melalui pembelian listrik yang dihasilkan dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legoknangka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga
Wakil Menteri ESDM, Yuliot mengatakan, PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari upaya pemerintah, dalam mempercepat penanganan sampah perkotaan sekaligus mengembangkan pemanfaatannya menjadi energi (waste to energy).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Proyek ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan persoalan sampah sebelum 2029, melalui pengelolaan dari hulu ke hilir dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029," kata Yuliot dalam keterangannya, Jumat, 31 Juli 2026.
Baca Juga
PLN, Proyek PSEL
Photo :
- [Istimewa]
Dia mengatakan, groundbreaking fasilitas PSEL Legoknangka ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur semata. "Tapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan," ujarnya.
Baca Juga
Proyek PSEL yang kini memasuki tahap konstruksi tersebut ditargetkan beroperasi pada 2029, dan mampu mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari serta menghasilkan listrik berkapasitas 40,79 megawatt (MW) atau mencapai 310 gigawatt-hour (GWh) per tahun.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan proyek tersebut, pada Maret 2026 PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES), badan usaha pelaksana proyek yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Melalui perjanjian tersebut, listrik yang dihasilkan PSEL Legok Nangka akan disalurkan ke sistem kelistrikan PLN untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Yuliot berharap, PSEL Legoknangka dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang bisa diterapkan di berbagai daerah, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata melalui pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar mengatakan, pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah dalam mendukung PSEL. Dimana salah satunya PSEL Legoknangka sebagai solusi nyata darurat sampah, sekaligus langkah menuju swasembada energi.
Halaman Selanjutnya
Dia menjelaskan, periode PJBL selama 20 tahun yang telah disepakati, menjadi bentuk komitmen PLN dalam mendukung keberlanjutan PSEL Legoknangka. Melalui perjanjian tersebut, PLN memberikan kepastian pembelian listrik yang dihasilkan, sehingga mendukung pengembangan proyek waste to energy secara berkelanjutan.