Berkaryalah, kembangkan kemampuan, dan jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk mengabdi bagi Banua,
Paringin (ANTARA) - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sapta Mandiri (Univsm) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menanamkan semangat kepada mahasiswa baru untuk berkarya, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri berkontribusi bagi daerah.
Kegiatan PKKMB Tahun Akademik 2026 yang mengusung tema “Muda Berkarya, Unggul Berdaya, Mengabdi untuk Banua” tersebut resmi dibuka Rektor Univsm Abdul Hamid di Gedung Sanggam, Kabupaten Balangan, Sabtu.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pimpinan Yayasan Sapta Bakti Pendidikan, jajaran rektorat, dosen, staf, panitia, serta ratusan mahasiswa baru.
Rektor Univsm Abdul Hamid menyampaikan, mahasiswa baru perlu memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sungguh-sungguh serta menjaga komitmen hingga menyelesaikan pendidikan.
“Sebagian besar mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB tahun ini merupakan penerima Program Beasiswa 1.000 Sarjana Pemerintah Kabupaten Balangan,” ucap Rektor Univsm dalam sambutannya.
“Hampir 80 persen adalah penerima Program Beasiswa 1.000 Sarjana. Harapan kami, yang hadir saat PKKMB ini empat tahun kemudian juga hadir saat wisuda,” katanya.
Ia mengatakan tema “Muda Berkarya” mengandung pesan agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton selama menjalani masa muda, tetapi berani mencoba berbagai hal dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses belajar.
Rektor Univsm menilai mahasiswa perlu terus mengembangkan diri karena memiliki energi dan kesempatan untuk menghasilkan karya sesuai bidang yang ditekuni.
“Mahasiswa Univsm nantinya dapat berkiprah dalam berbagai bidang, seperti teknik, teknologi informasi, hukum, manajemen, pendidikan, konsultan, maupun kesehatan,” ujarnya.
“Adik-adik mahasiswa yang ada di depan saya inilah yang akan menjadi pemimpin-pemimpin yang muncul di bidangnya masing-masing,” ucapnya.
PKKMB tersebut juga menekankan pentingnya mahasiswa memberikan manfaat bagi daerah melalui ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan.
Abdul Hamid juga mengatakan semangat “Mengabdi untuk Banua” dapat diwujudkan dengan menerapkan keilmuan yang dimiliki untuk lingkungan sekitar, mulai dari daerah tempat tinggal hingga masyarakat secara lebih luas.
“Pengabdian merupakan gambaran bagaimana kalian hadir, karena pengabdian merupakan gambaran bagaimana seorang mahasiswa bisa menjadi agen perubahan,” ujar Rektor Univsm.
Ia juga meminta mahasiswa menjadikan lingkungan kampus sebagai tempat membangun karakter dan mengembangkan kemampuan melalui kegiatan akademik maupun organisasi.
Mahasiswa baru didorong aktif mengikuti organisasi, berdiskusi di kelas, memperluas relasi, serta tidak hanya datang ke kampus tanpa terlibat dalam proses pembelajaran.
“Silakan tanyakan. Silakan diskusikan dengan teman-teman kalian. Karena tidak semua orang memiliki kepintaran yang sama dan tidak semua orang memiliki ketidakpintaran yang sama,” tuturnya.
Abdul Hamid mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan selama menjalani perkuliahan.
Menurut dia, proses pendidikan membutuhkan komitmen karena tantangan akademik akan semakin terasa pada semester pertengahan hingga akhir perkuliahan.
“Di awal komitmen kalian untuk kuliah, maka sampai akhirlah, selesaikanlah komitmen itu,” tegasnya.
Ia kemudian menitipkan empat hal kepada mahasiswa baru, yakni belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan kemampuan nonakademik dan karakter, berani berinovasi serta berkreasi, dan menjaga nama baik almamater.
Rektor Univsm berharap mahasiswa baru angkatan 2026 dapat tumbuh menjadi generasi yang memberikan kontribusi bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kembangkanlah soft skill dan karakter. Hard skill kalian dapatkan di kelas, soft skill kalian dapatkan pada saat kalian beradaptasi di luar, berkolaborasi, dan segala macam,” tutupnya.
Pewarta: M. Fattahillah Ajrun Azhiima
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.