PKK Kota Pekalongan memperkuat implementasi cek kesehatan ibu hamii
PKK Kota Pekalongan memperkuat implementasi cek kesehatan ibu hamii
Senin, 17 Agustus 2026 17:05 WIB
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan pada acara rapat ukungan pada penguatan program Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil di Pekalongan, belum lama ini. ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan
Pekalongan (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan, Jawa Tengah mendukung penguatan program Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil sebagai langkah strategis meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mencegah risiko kehamilan sejak dini.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya di Pekalongan, Senin, mengatakan pihaknya terus mendorong para kader aktif melakukan penjangkauan, edukasi, dan pendampingan kepada ibu hamil dengan prinsip satu kader mendampingi satu ibu hamil.
"Kami mendukung penuh implementasi program ini karena sangat penting untuk memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan," katanya.
Pendampingan juga mencakup dukungan kepada ibu hamil saat mengakses layanan kesehatan, seperti pemeriksaan di bidan atau puskesmas, layanan psikologi, hingga pemeriksaan USG.
Menurut dia, keterlibatan kader PKK menjadi penting karena kader merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Selain itu, kata dia, edukasi tidak hanya diberikan kepada ibu hamil tetapi melibatkan suami dan keluarga agar mampu memberikan dukungan yang tepat selama masa kehamilan.
"Pendampingan harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati. Kader tidak hanya mengedukasi tetapi juga memastikan ibu hamil mendapatkan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan," katanya.
Kota Pekalongan menjadi salah satu di antara empat daerah sebagai proyek percontohan program Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil di Jawa Tengah.
Ia mengharapkan program ini memperkuat deteksi dini risiko kehamilan, meningkatkan cakupan pemeriksaan kehamilan, serta mendukung pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
"Tagline-nya adalah satu bumil satu kader. Kader ngopeni, kader nglakoni, satu kader mendampingi satu ibu hamil. Ini yang akan terus kami kuatkan di daerah ini," katanya.
Melalui sinergi TP PKK, kader, tenaga kesehatan, dan keluarga, dia mengharapkan, program Kebali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil mampu menghadirkan pendampingan kehamilan yang lebih dekat, responsif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Baca juga: Pemkot Pekalongan perkuat daya saing UMKM
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.