asiawebawards.com
  • 2026-08-20 10:35:36 +0000 UTC

    Aug 20, 2026

    PJT I perkuat ketahanan air nasional di WS Bali-Penida - ANTARA News Jawa Timur

    bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sumber daya air yang terpadu

    Surabaya (ANTARA) - Perum Jasa Tirta (PJT) I memperkuat dukungan terhadap ketahanan air nasional melalui penugasan pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai (WS) Bali-Penida berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 9 Tahun 2026.

    Direktur Operasional PJT I Milfan Rantawi mengatakan penugasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sumber daya air secara terpadu dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung perekonomian Bali.

    “Kehadiran PJT I di WS Bali-Penida ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sumber daya air yang terpadu, berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan perekonomian di Bali,” kata Milfan, di Denpasar, Kamis.

    Ia menjelaskan, sebagai tahapan awal pelaksanaan penugasan, PJT I bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah melakukan sosialisasi Keppres Nomor 9 Tahun 2026 untuk WS Bali-Penida pada 30 Juni 2026.

    Sosialisasi tersebut, kata dia, sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun koordinasi antara PJT I dan berbagai pemangku kepentingan di Bali-Penida, mulai dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, pemerintah daerah, pengguna sumber daya air, hingga masyarakat.

    Sementara itu, VP Regional III PJT I Didik Ardianto menjelaskan jika WS Bali-Penida saat ini menghadapi tantangan ketersediaan air yang berbeda antara musim penghujan dan kemarau.

    "Curah hujan tahunan yang mencapai lebih dari 2.000 milimeter berpotensi menimbulkan surplus aliran permukaan dan banjir, sementara musim kemarau memicu defisit neraca air, terutama di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan atau Zona Sarbagita," ujarnya.

    Oleh karena itu, kata dia, untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PJT I akan memperkuat sistem hidrometeorologi melalui penerapan Smart Water Management System (SWMS) untuk memantau dan memprediksi hujan serta debit sebagai pendukung pengambilan keputusan pengelolaan sumber daya air.

    "Penguatan sistem informasi ini juga dilakukan melalui teknologi telemetri dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan," ucapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air WS Bali-Penida PJT I Hamim Ghufroni mengatakan pemenuhan air baku menjadi perhatian seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi Bali, termasuk industri dan pariwisata.

    “Kami akan saling bahu-membahu, berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk pengelolaan SDA di WS Bali-Penida. Untuk pemenuhan air baku, PJT I akan berupaya seoptimal mungkin seperti yang dilakukan di lima WS existing,” katanya.

    Menurut dia, selain pemenuhan air baku, PJT I mendorong konservasi untuk mempertahankan tutupan lahan, mencegah lahan kritis, dan meningkatkan penyerapan air hujan ke tanah.

    Upaya tersebut, kata dia, menjadi bagian dari lima pilar pengelolaan sumber daya air, yakni konservasi, pendayagunaan, pengendalian daya rusak air, pengembangan sistem informasi, serta pemberdayaan dan peran serta masyarakat.

    "Berbekal pengalaman 36 tahun dalam pengelolaan sumber daya air, PJT I membawa kompetensi dan pengalaman operasional untuk mendukung pengelolaan WS Bali-Penida sekaligus memperkuat ketahanan air nasional,” tuturnya.
     

    Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
    Editor : Masuki M. Astro
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-20 10:35:36 +0000 UTC