Madina (ANTARA) - Pimpinan PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) Ali Sahid menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) dalam pengembangan energi panas bumi secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya saat menjadi salah satu pembicara dalam Sarasehan Vol. III yang digelar Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dalam rangkaian Dies Natalis ke-44 di Depok, Jawa Barat, Kamis (1/10).
"Pengembangan panas bumi tidak lepas dari peran masyarakat, sehingga pengelolaan yang berkelanjutan serta penerapan LST (ESG) menjadi hal penting yang harus dijalankan," ujar Ali Sahid dalam keterangannya yang diterima pada Sabtu (3/10).
Sarasehan bertema "Membangun Sinergi Vokasi, Industri, dan Inovasi untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional" tersebut mempertemukan pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, dan industri energi untuk membahas penguatan sumber daya manusia serta inovasi di sektor energi.
Ali Sahid menjelaskan PT SMGP menjalankan lima pilar dalam program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Kelima pilar tersebut meliputi bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta sosial budaya dan keagamaan.
"Kelima pilar tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Tujuan kami yaitu tumbuh dan berkembang bersama masyarakat secara berkelanjutan dapat tercapai," katanya.
Menurut Ali, pengembangan panas bumi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis penyediaan energi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat serta perhatian terhadap kondisi sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.
Direktur PNJ Syamsurizal mengatakan sarasehan tersebut menjadi ruang dialog bagi pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem energi nasional yang didukung sumber daya manusia unggul, teknologi, kebijakan, dan inovasi.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno bersama Executive Advisor to Chairman SKK Migas Mohammad Kemal serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi periode 2016-2019 Eko Putro Sandjojo yang merupakan alumni PNJ angkatan 1983.
Mohammad Kemal yang menyampaikan pidato kunci mewakili Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menekankan pentingnya integrasi antara kebutuhan industri migas dengan penyiapan tenaga kerja terampil dari perguruan tinggi vokasi.
Sementara itu, diskusi panel yang dipandu Nurin Swastiningrum menghadirkan Staf Ahli Senior Menteri ESDM Bidang Hubungan Kelembagaan Tirta N. Mursitama dan Ekonom Energi Senior Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) Alloysius Joko Purwanto.
Para panelis membahas sejumlah isu strategis, antara lain penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, program magang dan pemagangan, sertifikasi kompetensi, riset terapan, serta pemetaan kebutuhan tenaga kerja di sektor energi.
Pada akhir kegiatan, Eko Putro Sandjojo berharap gagasan yang dihasilkan dalam sarasehan dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri.
Pewarta: Holik
Editor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.