asiawebawards.com
  • 2026-07-19 13:00:45 +0000 UTC

    Jul 19, 2026

    Piala Dunia rasa "Hollywood"

    Piala Dunia rasa "Hollywood"

    Minggu, 19 Juli 2026 20:00 WIB

    Image Print

    Pendukung Tim Nasional Argentina mengenakan topeng pesepak bola Lionel Messi saat berkumpul sehari menjelang pertandingan babak final Piala Dunia 2026 di kawasan Times Square, New York, Amerika Serikat, Sabtu (18/7/2026) waktu setempat. Mereka akan mendukung kesebelasan Argentina yang bertanding melawan Timnas Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey pada Minggu, 19 Juli 2026. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym.

    Semarang (ANTARA) - Bagi penikmat film-film Hollywood, tema umum yang ditampilkan adalah pemain utama yang terseok-seok di awal, ditambah beragam keberuntungan, dan menjadi pemenang di ujung kisah.

    Terlebih lagi tokoh atau pemain utamanya adalah sosok yang dicintai publik. Tubuh penuh luka, namun tetap tegar dan bertahan hingga akhir. Penonton pun terhanyut dalam keinginan yang sama : sang tokoh menjadi pemenang meski harus berkorban habis-habisan.

    Piala Dunia Tahun 2026, punya kemiripan. Terseok-seok di awal, tertinggal lebih dahulu, namun secara perlahan menatap laga pamungkas. Final. Ya, Argentina bisa disebut sebagai pemain utama Piala Dunia kali ini.

    Sebagai juara bertahan, Tim Tango tampil kurang meyakinkan di babak awal. Di babak gugur, Argentina bahkan saling kejar gol dengan lawan-lawannya. Mulai dari Tanjung Verde, Swiss, Mesir, hingga Inggris di semifinal.

    Terlepas dari “keberuntungan” yang menaungi La Albiceleste, nama lain dari Timnas Argentina, adalah menarik menanti akhir dari drama Piala Dunia kali ini.

    Jika Argentina juara, sederet rekor bakal tercatat dengan manis. Mulai dari negara pertama yang berhasil mempertahankan Juara Piala Dunia berurutan di era sepakbola moderen, dan tentu saja melengkapi catatan sang legenda Lionel Messi yang jika diurai mungkin menghabiskan satu halaman tersendiri.

    Tanpa Messi, kisah Argentina tidaklah lengkap. Peraih delapan kali Ballon d’Or itu tentu ingin menutup tahun ini dengan pencapaian yang sempurna. Ia tetap mampu menampilkan sihirnya di usia yang tidak muda lagi, 39 tahun. Miliaran pasang mata tentu ingin melihat akhir yang manis dari perjalanan Argentina kali ini.

    Tanpa mengabaikan kekuatan Timnas Spanyol, lawan Argentina di final Senin (20/7) dinihari nanti, semua lebih banyak menunggu aksi Messi dan Argentina. Apakah menjadi hero, atau sebaliknya, zero…..

    Oleh Teguh Imam Wibowo

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-19 13:00:45 +0000 UTC