Moehamad Dheny Permana
| 25 Oktober 2026, 00:07 WIB

Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Provinsi Bengkulu menggelar diskusi membahas dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (24/10/2026). - Foto: PGK Bengkulu
AKURAT.CO Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Provinsi Bengkulu mendorong perluasan Program Sekolah Rakyat, agar dapat menjangkau seluruh kabupaten/kota.
Program pendidikan yang menyasar masyarakat miskin itu dinilai berpotensi memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.
Dorongan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk "Sekolah Rakyat dan Upaya Memutus Rantai Kemiskinan" yang digelar PGK Provinsi Bengkulu di Set Up Coffee, Bengkulu, Sabtu (24/10/2026).
Diskusi yang membahas dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto itu menghadirkan Dosen sekaligus Praktisi Hukum Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Elfahmi Lubis, dan Aktivis PGK yang juga Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Seluma, Hendri Satrio.
Puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bengkulu, termasuk Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Universitas Bengkulu (UNIB), dan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu (UINFAS), turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam diskusi tersebut, Elfahmi menilai perluasan Sekolah Rakyat perlu menjadi perhatian pemerintah agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang disampaikannya dalam forum tersebut, baru satu Sekolah Rakyat yang telah dibangun di Bengkulu. Karena itu, ia berharap program tersebut dapat dikembangkan ke daerah-daerah lain.
"Saat ini kita tahu, baru ada satu Sekolah Rakyat yang sudah dibangun. Tentu kita menginginkan program Sekolah Rakyat ini hadir di setiap kabupaten/kota yang ada di Bengkulu," ujar Elfahmi.
Pendidikan Memutus Rantai Kemiskinan
Elfahmi mengatakan, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup seseorang. Ia merujuk pada pengalaman pribadinya yang merasakan perubahan kehidupan setelah memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.
Menurutnya, kesempatan belajar yang lebih luas perlu diberikan kepada anak-anak dari keluarga miskin agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jadi Strategi Putus Rantai Kemiskinan