Kediri, Jawa Timur (ANTARA) - Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru Kota Kediri, Jawa Timur, melakukan penggilingan tebu sebanyak 5,4 juta kuintal memasuki hari giling ke-104 pada musim giling 2026 ini dari target 9 juta kuintal.
General Manager PG Pesantren Baru Kediri Sugondo mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan performa pabrik sekaligus mengoptimalkan penyerapan hasil panen tebu petani.
"PG Pesantren Baru akan terus berusaha keras meningkatkan performa dan menyerap hasil panen tebu petani," kata Sugondo di Kediri, Selasa.
Ia mengatakan capaian penggilingan tersebut menjadi bagian dari upaya PG Pesantren Baru Kediri untuk mencapai target sebanyak 9 juta kuintal tebu pada musim giling tahun ini.
Pihaknya juga optimistis target tersebut dapat dicapai dengan dukungan dan kolaborasi antara karyawan PG Pesantren Baru dengan para petani tebu. Pada musim giling 2026 ini, perusahaan menargetkan bisa menggiling tebu hingga 9 juta kuintal.
PG Pesantren Baru Kediri memulai melakukan giling awal pada 19 Mei 2026. Pada musim giling ini, perusahaan berharap bisa mendapatkan gula hingga kurang lebih 63.597,32 ton.
Target tersebut, kata dia, juga menjadi bagian dari kontribusi PG Pesantren Baru Kediri dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada gula nasional dan memperkuat ketahanan pangan di sektor industri gula.
"Dengan semangat dan kolaborasi karyawan serta petani tebu, kami optimistis PG Pesantren Baru bisa menutup target yang sudah dicanangkan ini," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Tanaman PG Pesantren Baru Kediri Chandra Sukmana mengatakan tentang ketersediaan bahan baku tebu (BBT) untuk mengejar target penggilingan sebanyak 9 juta kuintal dipastikan mencukupi.
Ia mengatakan koordinasi dan kolaborasi dengan petani serta bagian tebang, muat, dan angkut (TMA) terus dilakukan untuk memastikan pasokan tebu ke pabrik berjalan lancar.
"Kami optimistis dan mohon doa restunya," kata Chandra.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati sebelumnya juga mengatakan pelaksanaan giling tebu 2026 ini juga berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi Kota Kediri.
Menurut dia, industri gula memiliki jaringan luas baik sektor pertanian, distribusi dan perdagangan. Pada musim giling seperti ini otomatis pendapatan petani meningkat dan ekonomi bergerak.
"Kami sangat mengapresiasi PG Pesantren Baru dalam mendukung proyek strategis nasional untuk swasembada pangan di sektor gula," kata Wali Kota Kediri.
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.