Minggu, 27 September 2026 - 08:30 WIB
VIVA –Presiden Iran Masoud Pezeshkian angkat bicara mengenai serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi dalam beberapa waktu terakhir. Dia membantah adanya keterkaitan antara tindakan Houthi dan Iran.
Baca Juga
Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut di tengah meningkatnya konflik antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. Dia menegaskan, Iran tetap berdiri bersama pihak-pihak yang mengalami ketidakadilan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pezeshkian mendesak Houthi dan Arab Saudi menyelesaikan perbedaan melalui dialog. Menurutnya, seorang saudara tidak seharusnya berperang melawan saudaranya. Dia juga menawarkan bantuan Iran untuk mengakhiri perselisihan tersebut.
Baca Juga
"Kami tidak akan menjadi pihak yang memicu perang," ujarnya dikutip dari laman Al Jazeerah, Minggu 27 September 2026.
Rangkaian Serangan Houthi
Baca Juga
Pada pertengahan bulan ini, Otoritas Arab Saudi mengklaim bahwa sebuah drone yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah Mekkah berhasil dicegat dan dihancurkan. Insiden tersebut menjadi eskalasi baru yang berpotensi mengancam kota suci umat Islam.
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi berhasil mencegat drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara terbatas pada Selasa malam 15 September 2026.
Sebelum serangan drone yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah Mekkah, Selasa siang waktu setempat, otoritas Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan keamanan di kota suci Mekkah.
Peringatan mengenai potensi bahaya di Mekkah dicabut hanya beberapa menit setelah dikeluarkan. Peringatan serupa juga diberlakukan di Taif dan Jeddah, kota terbesar kedua di Arab Saudi.
Serangan juga kembali terjadi pada 19 September lalu. Pemerintah Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kelompok pemberontak Hothi di Yaman berupaya menyerang Riyadh pada Sabtu 19 September 2026 menggunakan rudal balistik. Serangan yang dilancarkan Houthi ini menjadi serangan pertama yang menargetkan ibu kota Arab Saudi sejak pertempuran dengan kelompok tersebut kembali meningkat dan membuka front baru dalam konlik dengan Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Koalisi pimpinan Arab Saudi mengaatakan bahwa rudal tersebut berhasil dicegat. Sejumlah warga Riyadh mengaku mendengar suara ledakan sementara beberapa warga lainnya melihat kepulan asap di sekitar bandara.
Tak sampai di situ, koalisi pimpinan Arab juga menyebut Houthi berupaya menyerang fasilitas sipil di Kota Pelabuhan Yanbu, Laut Merah, tempat salah satu jaringan pipa minyak utama Arab Saudi berakhir. Serangan juga disebut menyasar Taif, Baysh, dan Farasan, tetapi seluruhnya berhasil digagalkan. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai upaya serangan tersebut.
Halaman Selanjutnya
Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali memanas. Pada Kamis, 24 September 2026, Houthi meluncurkan enam rudal balistik yang menargetkan Taif di bagian selatan Arab Saudi dan Yanbu di pesisir Laut Merah.