Jakarta -
Sebuah penerbangan Ryanair terpaksa harus delay karena hal tak terduga. Tiba-tiba seekor burung raksasa mendarat di ekor pesawat.
Penerbangan Ryanair dilaporkan sedang bersiap lepas landas dari Kreta, Yunani pada Minggu (16/8/2026), ketika burung hering pemakan bangkai raksasa mendarat di ekor pesawat.
Sang pilot berusaha untuk mengusirnya dengan menggerakkan sirip kendali pada ekor pesawat. Namun, burung tersebut tetap diam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilot akhirnya menunda keberangkatan, seperti dikutip dari The Star, Sabtu (29/8/2026). Mereka terpaksa menunggu burung itu terbang agar pesawat bisa lepas landas.
Beberapa waktu berlalu, namun si burung tetap diam di sana. Petugas pemadam kebakaran kemudian mendatangi lokasi, namun burung hering itu menolak untuk pindah bahkan setelah didorong oleh petugas yang menggunakan tangga.
Petugas pemadam kebakaran Antonis Petrakis belum pernah melihat yang seperti ini terjadi. Ia menceritakan bagaimana burung itu tetap tenang meskipun berada dalam situasi yang tidak biasa.
"Dari yang saya lihat, burung itu tidak mengalami cedera atau masalah lain," ungkap petugas tersebut.
Petrakis menduga bahwa makhluk itu mungkin masih muda dan kemungkinan baru saja melakukan penerbangan pertamanya.
Waktu yang ditunggu tiba, si pemakan bangkai memutuskan untuk terbang sendiri dari sayap pesawat menuju landasan pacu. Saat itulah petugas pemadam kebakaran mengevakuasinya, sehingga jalur lepas landas pun menjadi bebas hambatan.
"Saya segera berlari menghampiri bersama seorang rekan, kami menangkapnya dan menutupi kepalanya dengan jaket pemadam kebakaran agar ia tidak bisa melihat apa pun dan menjadi tenang. Dan cara itu berhasil," kenang Petrakis.
Burung hering griffon banyak ditemukan di Eropa, burung berpenampilan gagah dengan bentang sayap yang bisa mencapai lebar hingga 2,7 meter. Kreta merupakan rumah bagi salah satu populasi terbesar di dunia dari jenis pemakan bangkai ini. Spesies ini membantu menjaga ekosistem pulau dengan membersihkan bangkai hewan ternak, sehingga dijuluki sebagai "petugas sanitasi alam."
(bnl/ddn)