Yang kami berikan adalah gambaran, supaya petani bisa merencanakan usaha tani dengan lebih presisi dan mengambil keputusan berdasarkan data

Surabaya (ANTARA) - Perusahaan pengembangan petani Agribis.id meluncurkan fitur analisa harga pasar melalui aplikasi UsahaTani untuk membantu petani memperoleh gambaran pergerakan harga komoditas sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan waktu tanam dan penjualan hasil pertanian.

Founder dan Presiden Direktur Agribis.id, Wawan Dinawan, mengatakan fitur tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis dan dirancang agar petani dapat menyusun rencana usaha tani berdasarkan data, bukan semata-mata mengikuti kondisi harga saat ini.

"Banyak petani memutuskan menanam karena harga sedang bagus. Masalahnya, ketika semua orang berpikir sama, panen datang bersamaan dan harga jatuh. Petani perlu melihat polanya lebih awal, bukan sesudah terjadi," kata Wawan melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

Ia menjelaskan fitur yang tersedia melalui menu TaniPedia itu menyajikan informasi harga sejumlah komoditas pangan, seperti beras, bawang merah, bawang putih, dan cabai berdasarkan rata-rata nasional.

Data tersebut juga dapat digunakan untuk melihat pola perubahan harga dalam rentang waktu mulai 30 hari hingga beberapa tahun. Dengan demikian, petani dapat mengenali kecenderungan harga dan mempertimbangkannya dalam menyusun rencana usaha tani.

Selain data historis, aplikasi menyediakan proyeksi harga hingga 14 hari ke depan. Wawan menegaskan proyeksi tersebut bukan kepastian harga, melainkan informasi pendukung untuk pengambilan keputusan.

"Kami tidak ingin menjanjikan harga. Yang kami berikan adalah gambaran, supaya petani bisa merencanakan usaha tani dengan lebih presisi dan mengambil keputusan berdasarkan data," ujarnya.

Menurut dia, perencanaan usaha tani yang lebih terukur dapat mendukung upaya swasembada pangan melalui pengaturan produksi dan pasokan yang lebih baik.

Agribis.id juga menyediakan dasbor bagi penyuluh dan pendamping untuk memantau perkembangan petani binaan. Teknologi tersebut, kata Wawan, ditujukan untuk memperkuat pendampingan di lapangan, bukan menggantikannya.

Ia menambahkan fitur analisa harga pasar dibuka gratis agar akses terhadap informasi pertanian dapat dimanfaatkan lebih luas oleh petani.
 

Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.