Bandar Seri Begawan (ANTARA) - Pertunjukan budaya oleh Rombongan Seni Pertunjukan Penyandang Disabilitas China, yang bekerja sama dengan para seniman penyandang disabilitas dari Brunei, digelar di Bandar Seri Begawan pada Jumat (18/9) untuk memperingati 35 tahun hubungan diplomatik antara China dan Brunei.

Pertunjukan istimewa bertajuk "My Dream" tersebut dimeriahkan dengan pembacaan puisi dalam bahasa isyarat, tarian, nyanyian, serta permainan alat musik.

Dalam pidatonya pada acara tersebut, Duta Besar China untuk Brunei Chen Shaochun menyatakan bahwa negaranya siap bekerja sama dengan Brunei untuk menjunjung tinggi panduan strategis kedua kepala negara, memperkuat rasa saling percaya strategis tingkat tinggi, memperdalam kerja sama persahabatan di berbagai bidang, serta bersama-sama membangun komunitas China-Brunei dengan masa depan bersama.

Para seniman tampil dalam sebuah pertunjukan budaya untuk memperingati 35 tahun hubungan diplomatik antara China dan Brunei di Bandar Seri Begawan, Brunei, (18/9/2026). (Xinhua/Li Meng)

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Brunei Pengiran Shamhary Pengiran Haji Mustapha, serta Menteri Perhubungan dan Infokomunikasi Brunei Mohd Riza Haji Mohd Yunos, beserta lebih dari 400 tamu undangan dari berbagai sektor di Brunei.

Presiden Asosiasi Persahabatan Brunei-Tiongkok Mohammad Firdaus bin Abdul Rahman mengatakan bahwa kunjungan Rombongan Seni Pertunjukan Penyandang Disabilitas China ke Brunei setelah lebih dari dua dekade membantu membangun jembatan antarmasyarakat kedua negara melalui seni serta mencerminkan persahabatan yang langgeng antara kedua negara.

Menurut Pusat Komunikasi Antarbenua China, Rombongan Seni Pertunjukan Penyandang Disabilitas China juga akan mengunjungi sejumlah sekolah dan komunitas untuk kegiatan pertukaran budaya yang bersahabat guna mendorong persahabatan antarmasyarakat.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.