Pertamina hadirkan PLTS untuk dukung aktivitas pasar tradisional
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) menghadirkan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung aktivitas pedagang sekaligus mendorong terciptanya kondisi, yang lebih nyaman dan berkelanjutan di Pasar Kepandean, Kota Serang, Banten.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan inisiatif tersebut hadir melalui program Pasar Energi Berdikari (PEB), sebuah model pemberdayaan pasar tradisional berbasis energi terbarukan, yang mengintegrasikan pemanfaatan energi bersih dengan penguatan kapasitas dan ekonomi pelaku UMKM.
"Kehadiran PEB di Pasar Kepandean menjadi wujud kolaborasi antara Pertamina, Pertamina Foundation, perguruan tinggi, Pemerintah Kota Serang, dan mitra lainnya untuk menghadirkan manfaat energi terbarukan hingga ke tingkat masyarakat," ujar dia.
Agus mengatakan bahwa PEB merupakan inovasi yang tidak hanya menghadirkan instalasi energi bersih, tetapi juga menghubungkan pemanfaatan energi terbarukan dengan penguatan ekonomi masyarakat, yang dijalankan dengan kolaborasi.
"Pasar Energi Berdikari merupakan inovasi Pertamina. Dalam pelaksanaannya PLTS ini berkapasitas 4 kWp yang mampu memberikan manfaat dalam penghematan listrik bagi pedagang di Pasar Kepandean," ujar dia.
Pertamina ingin energi bersih hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.
"Karena itu, program ini tidak berhenti pada pemasangan PLTS, tetapi juga dilengkapi edukasi energi bersih dan penguatan kapasitas pedagang agar manfaatnya dapat terus dirasakan dan dikelola secara berkelanjutan," kata Agus.
Dalam pengembangan PEB di Pasar Kepandean, Pertamina Foundation turut melibatkan Universitas Pertamina dalam proses pemasangan PLTS.
Program PEB memiliki tiga tujuan utama, yakni instalasi energi bersih, edukasi energi bersih, serta pemanfaatan energi bersih untuk mendukung ekonomi pasar.
Dengan pendekatan tersebut, PLTS tidak hanya menjadi infrastruktur energi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan bagian dari upaya menciptakan aktivitas ekonomi pasar yang lebih berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menyambut positif kolaborasi antara perusahaan, perguruan tinggi, dan Pemerintah Kota Serang dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"Kami sangat menyambut baik kolaborasi antara perusahaan, universitas, dan Pemerintah Kota Serang. Program ini tidak hanya menghadirkan energi terbarukan melalui PLTS, tetapi juga memberikan edukasi dan penguatan kapasitas kepada para pedagang," katanya.
Ia berharap keberadaan PLTS ini dapat digunakan dan dijaga secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat jangka panjang dan turut meningkatkan perekonomian para pedagang di Pasar Kepandean.
Untuk memastikan PLTS dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang, Pertamina Foundation juga melibatkan Sobat Bumi (Sobi) Pertamina dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam monitoring dan evaluasi penggunaan serta operasional PLTS di Pasar Kepandean.
Sementara, Haryati, salah satu pedagang di Pasar Kepandean, mengatakan bahwa pemanfaatan PLTS membantu penghematan penggunaan listrik di kiosnya.
"Kami juga mendapatkan pengetahuan mengenai cara menggunakan energi PLTS dengan lebih baik. Semoga program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi pedagang di Pasar Kepandean," ujar dia.
Melalui Pasar Energi Berdikari, tambah Agus, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadirkan energi terbarukan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari instalasi PLTS, edukasi energi bersih, penguatan kapasitas UMKM, hingga monitoring dan evaluasi, seluruh rangkaian program diarahkan untuk membangun ekosistem energi bersih yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Pasar Kepandean diharapkan menjadi salah satu contoh bahwa energi terbarukan dapat tumbuh berdampingan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pasar tradisional yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan," kata Agus.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.