Perta Arun Bikin RI Jadi Pasar Pemuatan Re-Export LNG Terbesar di Dunia
Jumat, 24 Juli 2026 - 20:28 WIB
Jakarta, VIVA – PT Perta Arun Gas (PAG) selaku bagian dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjadi satu-satunya perusahaan yang berkontribusi dalam mendukung Indonesia meraih peringkat pertama sebagai Pasar Pemuatan Re-Ekspor LNG Terbesar (Largest Re-Export Loading Market LNG) di dunia.
Baca Juga
Hal ini tercatat secara resmi dalam laporan tahunan International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026 yang diunggah melalui situs resminya pada awal Juli 2026. Berdasarkan data laporan tersebut, Indonesia berada pada peringkat 1 dunia dengan volume pemuatan LNG mencapai 0,85 Juta Ton atau mengambil market share dunia sebesar 17,3%.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
President Director PAG, Yan Syukharial menyatakan, adalah Terminal Arun yang dioperasikan oleh PAG, afiliasi dari Subholding Gas Pertamina yang berkontribusi besar membawa Indonesia lebih unggul dari negara-negara besar lainnya. Torehan prestasi ini dicapai seiring dengan dijadikannya bisnis LNG Hub sebagai salah satu backbone business PAG.
Baca Juga
“Terminal Arun berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG yang pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia,” ujar Yan dikutip dari keterangannya, Jumat, 24 Juli 2026.
Sebelumnya pada Agustus 2022, melalui IHS Markit, salah satu lembaga internasional terbesar penyedia data, riset, dan analisis bisnis energi, PAG juga dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia. Komitmen perusahaan untuk terus menjadi operator yang unggul, berhati-hati, berpengalaman dalam mengoperasionalkan kilang, serta menjunjung tinggi budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE) agar tercipta lingkungan kerja yang aman menjadi pilar penting pencapaian tersebut.
Baca Juga
Lokasi wilayah operasional yang strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh dapat memudahkan penerimaan dan penyaluran pasokan LNG secara global. PAG, menurut Yan, terus berkomitmen untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan. "Sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global," ujarnya.
Selama periode 2025, PAG telah melaksanakan 49 kegiatan operasional yang terdiri dari 27 kegiatan unloading, 11 kegiatan reloading, dan 11 kegiatan Gassing Up & Cooling Down (GUCD). Realisasi unloading mencapai 1.499.085,17 m³ dengan total energi sebesar 34.806.990 MMBTU (Million Metric British Thermal Units), reloading mencapai 1.162.429,49 m³ dengan besaran energi 27.016.005 MMBTU, serta GUCD mencapai 176.847,75 m³ dengan energi 4.107.643 MMBTU.
Halaman Selanjutnya
Sepanjang Tahun 2025, PAG berhasil memperoleh pendapatan sebesar USD 105 juta. Perusahaan yang baru berusia 13 tahun ini juga mencatatkan laba bersih perusahaan sebesar USD 25,1 juta. "Kinerja ini juga membuktikan bahwa upaya perusahaan secara berkelanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara positif di tengah tantangan yang ada," ujar Yan.