Persik Kediri perkuat lini pertahanan dengan daratkan dua bek impor - ANTARA News Jawa Timur
Jakarta (ANTARA) - Klub BRI Super League Persik Kediri memperkuat lini pertahanan mereka dengan mendaratkan dua bek impor untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.
Dikutip dari laman resmi I.League, Sabtu, Persik Kediri mendaratkan bek Korea Selatan Park Jun Heong dan bek Guinea-Bissau Marcelo Djalo.
Pelatih Persik Kediri Marcos Reina mengatakan kedatangan kehadiran Park Jun Heong bisa menjadi solusi untuk lini pertahanan Macan Putih yang musim lalu cukup rapuh.
"Jika melihat posturnya, Park Jun Heong sangat ideal sebagai bek tengah. Badannya tinggi dan punya tubuh bagus," kata Reina.
Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut menambahkan bek asal Korea Selatan itu memiliki kemampuan sangat cocok untuk melakukan duel udara melawan striker jangkung lawan.
"Saya lihat dia bek yang mumpuni. Dia sangat baik untuk duel di udara ataupun berebut bola dalam kotak penalti. Park Jung Heong juga baik dalam penguasaan bola. Ini faktor penting dalam pola permainan kami nanti," kata Reina.
Sementara itu, Marcelo Djalo mengatakan dirinya memilih untuk berlabuh ke Persik Kediri karena pemain kelahiran Spanyol it menyukai tantangan baru dengan berkarier di Indonesia.
Mantan pemain Granada tersebut melanjutkan jika ia bertekad memberikan kemampuan terbaiknya untuk membantu skuad Macan Putih meraih posisi dan prestasi yang lebih baik dari musim sebelumnya.
"Saya ingin membantu tim dengan seluruh pengalaman dan kemampuan yang saya miliki. Saya bertekad memberikan seratus persen tenaga untuk mencapai target klub. Saya yakin dengan bantuan semua elemen tim misi itu akan terwujud," kata Djalo.
Duet Marcelo Djalo-Park Jun Heong akan jadi menara kembar di benteng pertahanan Persik yang sulit ditembus lawan. Karena kedua pemain ini memiliki tinggi badan di atas 1,9 meter yang sangat ideal untuk bertarung di udara melawan striker klub lain yang menjulang.
Pewarta: Aldi Sultan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.