Jum'at, 09 Oktober 2026, 11:36 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Mantan Guru Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Surakarta, Rohwati mengaku sakit hati mendengar polemik hingga rumor yang menyerang putra dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Rohwati menilai anggapan politikus itu tak lulus sekolah menengah atas sulit diterima. Apalagi ia pernah mengajar Gibran di 1999–2002.
Baca Juga: Wajar Gibran Dikritik Tajam, Hendri Satrio: Tak Ada Ijazah Pake Ngewakilin ke Forum Dunia, Ampun Dah
“Kalau saya agak sakit hati. Nggak mungkin terjadi. Sekelas Pak Jokowi putranya tidak lulus sekolah menengah atas saya tidak mungkin. Terutama saya sebagai gurunya saya termasuk yang tidak terima. Bukan anak bodoh anak titipan. Dan memang keterima murni semua,” ujar Rohwati, dikutip Jumat (9/10/2026).
Rohwati menekankan bahwa, berdasarkan pengetahuannya selama mengajar, politikus muda itu tak menggunakan status keluarganya untuk diterima di SMP Negeri 1 Surakarta. Gibran diterima berdasarkan kemampuan akademik, bukan karena ayahnya merupakan tokoh yang kemudian menjadi Presiden Republik Indonesia.
Pernyataan Rohwati muncul di tengah polemik mengenai latar belakang pendidikan Gibran. Hal tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah adanya gugatan terkait dengan riwayat pendidikannya di Mahkamah Konstitusi (MK).
MK baru-baru ini tidak mendiskualifikasi Gibran. Namun dalam pertimbangannya, mereka menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa politikus muda itu memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang dapat dijadikan dasar penyetaraan dengan pendidikan paling rendah setingkat SMA.
Baca Juga: Demokrat Soal Isu Pemakzulan Gibran: Tak Punya Ijazah Tidak Otomatis Berujung Impeachment
Dalam perkara yang sama, permohonan dinyatakan tidak dapat diterima karena persoalan kedudukan hukum para pemohon. Karena itu, pertimbangan mengenai dokumen pendidikan harus dibaca secara utuh dan dibedakan dari kesimpulan bahwa Gibran secara pasti tidak pernah menyelesaikan pendidikan SMA.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar