Bandung (ANTARA) - Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Jawa Barat secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juli 2026 menembus angka 130,98 juta perjalanan, dengan kawasan Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya tampil mendominasi.
"Kawasan Bodebek dan Bandung Raya mendominasi dengan menyerap 52,32 persen total kunjungan selama periode tersebut," kata Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati di Bandung, Selasa
Dia menyebut capaian kumulatif sektor pariwisata tersebut, mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,90 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Ari mengungkapkan bahwa khusus pada Juli 2026 saja, volume perjalanan wisnus di wilayah Jawa Barat mencapai 18,86 juta perjalanan.
Gairah pariwisata ini berimbas langsung pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Barat pada Juli 2026 yang naik 0,56 poin secara bulanan menjadi 51,61 persen.
Sementara itu pada pintu masuk internasional, kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) secara langsung melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati tercatat sebanyak 232 kunjungan pada Juli 2026.
"Catatan ini didominasi oleh pelancong asal Singapura," kata Ari.
Di sisi lain, tambah Ari, Stasiun Kereta Cepat Whoosh melalui koridor Halim menuju Tegalluar, Padalarang, dan Karawang, mencatatkan arus kedatangan warga negara asing (WNA) yang signifikan.
"Dengan moda transportasi ini, tercatat total 17.945 kunjungan sepanjang Juli 2026," tuturnya.
Baca juga: Pemkot Bandung bidik 24 juta kunjungan wisatawan hingga akhir 2026
Baca juga: Whoosh-kereta api dominasi jalur masuk wisatawan mancanegara di Jabar
Baca juga: BPS indikasikan ada perubahan pola mobilitas wisman ke Jabar
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.