Jakarta -

Artis Indonesia Timur Juan Reza dan Verry Klau sukses memeriahkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). Juan Reza membawakan lagu Pica-Pica, sementara Verry Klau menyanyikan Lu Kenal Veronika Ko.

Meski mendapat kesempatan tampil di hadapan Presiden dan masyarakat Indonesia, kedua musisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengaku tetap menyimpan kesedihan. Sebab, di tengah momen bahagia tersebut, saudara-saudara mereka di NTT tengah berduka akibat gempa bumi.

Verry Klau mengaku penampilan di Istana menjadi pengalaman yang membanggakan. Terlebih, ini merupakan kali pertama tampil di Istana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perasaannya ya senang, bangga terhadap diri sendiri bisa sampai di Istana. Luar biasa, suatu kebanggaan buat pribadi," kata Verry Klau di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

Sementara itu, Juan Reza juga merasakan kebanggaan serupa. Tahun sebelumnya, dia sempat membawakan empat lagu secara featuring, salah satunya Tabo La Bale. Namun tahun ini, Juan mendapat kesempatan membawakan lagunya sendiri, Pica-Pica.

Kendati demikian, ada perasaan campur aduk yang dirasakan Juan saat tampil di Istana. Di satu sisi dia bangga, tetapi di sisi lain pikirannya tertuju kepada masyarakat NTT yang tengah berduka.

"Tapi pada saat kita perform, kita sedih, karena kita punya saudara-saudara di NTT lagi berduka," ujar Juan.

Kesempatan Juan Reza tampil di Istana ternyata datang cukup mendadak. Dia baru mendapat kabar sekitar empat hingga lima hari sebelum acara berlangsung. Berbeda dengan Juan, Verry Klau mengaku sudah mendapat pemberitahuan sekitar dua minggu sebelum acara.

Perbedaan waktu persiapan itu membuat pengalaman keduanya di panggung Istana menjadi menarik. Terlebih bagi Verry yang untuk pertama kalinya harus tampil di hadapan Presiden.

"Deg-degan sih iya ya, karena ini berhadapan dengan Presiden dan seluruh rakyat Indonesia. Jadi waktu jalan ke depan itu serasa melayang, kakinya kayak tidak sentuh tanah," kata Verry.

Meski sempat gugup, Verry bersyukur mampu mengendalikan rasa tegang dan memberikan penampilan dengan baik.

"Tapi ya lumayan bisa mengendalikan diri dan bisa memberikan pertunjukan seperti kemarin," sambungnya.

Verry juga mengaku sempat tidak yakin lagu Lu Kenal Veronika Ko bisa dibawakan di Istana Merdeka. Karena itu, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan baginya.

"Iya, senang sekali. Sebenarnya saya tidak yakin juga sih lagu itu mau masuk Istana. Tapi ya ini jalan Tuhan ya," ungkap Verry.

Bagi Verry, dikenal lewat karya dan bisa membawakan musik dari daerah asalnya di panggung kenegaraan merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

"Senang, bangga, dan kadang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata lah. Intinya bersyukur saja," ujar Verry.

Melihat musik Indonesia Timur yang kini semakin mendapat perhatian publik, Juan berharap momentum tersebut tidak berhenti begitu saja. Menurutnya, musisi dari Indonesia Timur perlu terus berinovasi dan menghadirkan warna baru.

(fbr/wes)