asiawebawards.com
  • 2026-08-14 00:28:00 +0000 UTC

    Aug 14, 2026

    Perang UEFA vs Infantino Memanas, Kini Muncul Rencana Perebutan Kursi FIFA 1

    Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:28 WIB

    VIVA – Konfederasi sepakbola Eropa. UEFA dikabarkan tidak hanya berupaya menggoyang posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA, tetapi juga tengah menyiapkan gagasan besar untuk mengubah sistem kepemimpinan di federasi sepak bola dunia tersebut.

    Baca Juga

    Sikap UEFA terhadap Infantino menguat setelah muncul polemik terkait rencana penjualan saham Piala Dunia yang sempat digagas sang presiden FIFA. Meski rencana tersebut akhirnya dibatalkan, persoalan tersebut telanjur memicu kritik dan tekanan terhadap Infantino.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    UEFA kemudian menjadi salah satu pihak yang paling vokal menentang langkah tersebut. Negara-negara anggota UEFA juga disebut berada dalam barisan yang relatif solid.

    Baca Juga

    Sikap tersebut semakin terlihat ketika UEFA bersama AFC dan CONCACAF mengeluarkan surat yang menyoroti kepemimpinan Infantino. Namun, UEFA ternyata tidak berhenti pada upaya menggoyang posisi Infantino.

    Menurut laporan The Independent, UEFA disebut tengah menjajaki wacana untuk merotasi kursi Presiden FIFA di antara enam konfederasi yang berada di bawah naungan FIFA.

    Baca Juga

    Jika gagasan tersebut terealisasi, posisi FIFA 1 tidak lagi dikuasai oleh satu kawasan dalam periode panjang. Kursi Presiden FIFA nantinya akan bergantian diisi perwakilan dari UEFA, AFC, CONCACAF, CONMEBOL, CAF, dan OFC.

    Wacana tersebut disebut dibicarakan di Salzburg, Austria, ketika sejumlah tokoh berpengaruh dari FIFA dan UEFA berkumpul dalam rangkaian agenda Piala Super Eropa.

    Sistem rotasi kepemimpinan sendiri bukan hal baru dalam organisasi internasional. Pola serupa telah diterapkan di sejumlah badan kontinental maupun lembaga multinasional untuk mencegah konsentrasi kekuasaan pada satu pihak.

    Gagasan UEFA tersebut juga kabarnya tidak hanya berkaitan dengan pergantian figur Presiden FIFA. Mereka disebut ingin memperkuat struktur administrasi yang berada di sekitar lingkaran kepresidenan.

    Langkah tersebut dinilai dapat menjadi upaya untuk mengurangi konsentrasi kekuasaan di tangan Presiden FIFA sekaligus menciptakan keseimbangan yang lebih besar antara enam konfederasi.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Meski tekanan terhadap Infantino semakin kuat, posisi pria asal Swiss tersebut belum sepenuhnya terancam.

    Infantino masih memiliki dukungan dari sejumlah anggota FIFA, termasuk PSSI dan beberapa federasi sepak bola dari kawasan Arab.

    Halaman Selanjutnya

    FIFA sendiri dijadwalkan menggelar kongres pada Maret 2027 dengan agenda pemilihan presiden. Infantino masih berpeluang mencalonkan diri untuk kembali memimpin FIFA.

    2026-08-14 00:28:00 +0000 UTC