asiawebawards.com
  • 2026-08-07 04:54:09 +0000 UTC

    Aug 07, 2026

    Per Juli 2026, Sebanyak 3,6 Juta Pengguna Bank Jago Terhubung ke Ekosistem Investasi

    ILUSTRASI. Hingga Juli 2026, jumlah pengguna Bank Jago yang terhubung dengan ekosistem Bibit dan Stockbit mencapai 3,6 juta pengguna. (KONTAN/Lydia Tesaloni)

    Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

    KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Jago Tbk (ARTO) bersama platform investasi Bibit menandai lima tahun kolaborasi dengan mencatat semakin tingginya pemanfaatan layanan investasi digital oleh masyarakat.

    Hingga Juli 2026, jumlah pengguna Bank Jago yang terhubung dengan ekosistem Bibit dan Stockbit mencapai 3,6 juta pengguna. Sementara itu, jumlah pengguna Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago yang terkoneksi dengan Bibit dan Stockbit telah mendekati 2 juta pengguna.

    Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati mengatakan, kolaborasi dengan Bibit dan Stockbit menjadi bagian penting dari strategi kemitraan Bank Jago untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi digital.

    Baca Juga: BNI Kantongi Dana SAL Rp 18,5 Triliun dari Pemerintah

    "Kolaborasi ini telah membantu lebih banyak masyarakat memulai dan mengembangkan investasi di instrumen keuangan dan pasar modal yang saling terintegrasi secara digital," ujar Nyoman, Kamis (6//20268).

    Dari sisi portofolio, investasi nasabah Bank Jago melalui Bibit dan Stockbit didominasi saham dengan porsi 48,4%, diikuti reksadana 38,6% dan obligasi 13%.

    Namun jika dilihat dari volume transaksi, saham menyumbang porsi terbesar yakni 88%, disusul reksadana 11,9%, sementara sisanya berasal dari transaksi obligasi.

    Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit William menilai perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya minat investasi masyarakat, terutama investor ritel dan generasi muda.

    Ia menyebut, hingga akhir semester I 2026 jumlah investor pasar modal di Indonesia hampir mencapai 30 juta. Sementara itu, Bibit dan Stockbit kini telah melayani lebih dari 10 juta pengguna, dengan hampir 90% di antaranya berasal dari kalangan milenial dan generasi Z.

    Menurut William, integrasi layanan dengan Bank Jago, termasuk kemudahan pembukaan RDN serta fitur Nabung Rutin, turut mendorong masyarakat untuk berinvestasi secara konsisten sesuai profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.

    Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha PT BTPN Syariah Ventura

    Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan aset, Bank Jago juga terus memperkuat layanan investasinya. Salah satunya melalui fitur tampilan portofolio investasi di aplikasi Jago yang memungkinkan nasabah memantau berbagai investasi yang terkoneksi dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam satu aplikasi.

    Ke depan, Bank Jago menyatakan akan memperdalam kolaborasi dengan ekosistem keuangan serta membuka peluang menghadirkan pilihan produk investasi baru di luar reksadana, saham, dan obligasi yang saat ini telah tersedia.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


    Tag

    • Ekosistem Investasi
    • Bank Jago
    • PT Bank Jago Tbk


    2026-08-07 04:54:09 +0000 UTC