Senin, 19 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan, desa tidak harus kehilangan generasi mudanya, hanya karena lapangan kerja dan kesempatan ekonomi lebih banyak tersedia di kota.

Baca Juga

Ketika investasi, kegiatan usaha, dan pekerjaan dapat berkembang di perdesaan hingga menjadi pusat ekonomi baru, masyarakat memiliki alasan untuk tetap tinggal bahkan kembali membangun kampung halamannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Iftitah usai mengunjungi Desa Zhenwugong, wilayah Xipeng, Distrik Jiulongpo, Chongqing, Tiongkok, yang merupakan salah satu contoh revitalisasi perdesaan di Tiongkok melalui pengembangan ekonomi yang mengintegrasikan pertanian, pariwisata, penataan lahan, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga

“Seiring dengan masifnya industrialisasi, banyak anak muda yang pergi ke kota. Namun, ketika industri itu dibawa ke desa, anak-anak muda ini kembali ke desa dan difasilitasi,” kata Iftitah dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bagi Indonesia, dalam mengembangkan kawasan transmigrasi menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Baca Juga

Menurutnya, pembangunan kawasan tak cukup hanya menyediakan permukiman dan infrastruktur. Yang lebih penting adalah menciptakan kegiatan ekonomi yang memberikan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, dan membuka masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.

Salah satu hal yang menarik perhatian Iftitah adalah bagaimana Desa Zhenwugong mengembangkan potensi ekonomi, melalui perencanaan kawasan dan pemanfaatan lahan secara terintegrasi.

Lahan yang sebelumnya dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian tradisional dikembangkan menjadi berbagai kegiatan produktif sesuai karakteristik wilayahnya.

Sebagian digunakan untuk pertanian hortikultura dan perkebunan, sementara bagian lainnya mendukung pariwisata, penginapan, fasilitas pertemuan, serta berbagai usaha jasa. Hasilnya, desa tidak lagi hanya mengandalkan penjualan hasil pertanian. Kegiatan ekonomi berkembang melalui perpaduan produksi, pengolahan, perdagangan, pariwisata, dan pelayanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan informasi Pemerintah Distrik Jiulongpo pada 2026, Desa Zhenwugong telah menerima sekitar 300.000 kunjungan wisata per tahun, dengan nilai produksi ekonomi tahunan lebih dari 100 juta Yuan. Pendapatan bersih per kapita warga juga dilaporkan melampaui 30.000 Yuan per tahun.

Bagi Iftitah, capaian tersebut menunjukkan bagaimana pengembangan potensi lokal dapat menciptakan kegiatan ekonomi yang lebih beragam dan meningkatkan nilai manfaat suatu kawasan. Menariknya, masyarakat tidak hanya berpeluang memperoleh pendapatan melalui kerja sama pemanfaatan lahan, tetapi juga melalui pekerjaan dan kegiatan usaha yang tumbuh di atasnya.

Halaman Selanjutnya

“Masyarakat yang menyewakan lahannya akan mendapatkan penghasilan. Ketika lebih banyak lapangan kerja terbuka, masyarakat lokal tidak hanya mendapat penghasilan dari biaya sewa, tetapi juga ikut bekerja. Mereka dilatih dan diberi keahlian untuk bekerja di sini,” ujar Iftitah.