Pengamat: Pemda harus terapkan kebijakan baru untuk ramaikan pasar - ANTARA News Kalimantan Selatan
Agar pasar tradisional kembali menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, pemerintah daerah perlu menerapkan kebijakan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan pedagang, peningkatan daya saing dan penguatan ekos
Balangan (ANTARA) - Pengamat Ekonomi Kalimantan Selatan Prof Ahmad Yunani mengatakan pemerintah daerah harus menerapkan kebijakan-kebijakan baru seperti tidak hanya fokus pada pembangunan fisik melainkan peningkatan daya saing untuk meramaikan pasar.
“Agar pasar tradisional kembali menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, pemerintah daerah perlu menerapkan kebijakan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan pedagang, peningkatan daya saing dan penguatan ekosistem ekonomi lokal,” kata Prof Ahmad Yunani kepada ANTARA, Sabtu.
Guru Besar di ULM Banjarmasin tersebut menuturkan sepinya pasar saat ini disebabkan banyak faktor, hal ini di antaranya disebabkan ada pergeseran pola konsumsi dan sistem belanja konsumen.
Prof Ahmad Yunani mengungkapkan saat ini kelas ekonomi konsumen telah bergeser sehingga tidak ke pasat tradisional dan konvensional lagi dan tempat jual beli tidak harus ke pasar.
Selain itu ujarnya sistem pasar saat ini juga bergeser ke pasar digital dan online termasuk sistem pembayarannya, jadi konsumen tidak semua datang ke pasar, dan hal ini diperparah dengan ada pasar ritel modern yang menjamur di beberapa daerah sehingga pilihan konsumen lebih banyak.
Dia juga memberikan saran untuk menghidupkan pasar yang sepi, pengelola pasar perlu menarik minat masyarakat dan konsumen dengan berbagai kegiatan menarik di pasar seperti pameran dan kegiatan musik.
Kemudian ada desain kafe untuk sekitar pasar, secara rutin melakukan operasi pasar murah dan adanya diskon sehingga pasar tetap jadi titik kumpul konsumen dan kelihatan hidup suasananya.
Pemda juga harus memikirkan untuk revitalisasi pasar secara menyeluruh, memperbaiki bangunan pasar, drainase, sanitasi, tempat parkir, pencahayaan, keamanan dan kebersihan.
“Pengelola juga harus menata zonasi pedagang agar lebih rapi dan memudahkan pembeli, menyediakan fasilitas pendukung seperti toilet bersih, ruang laktasi dan area bongkar muat,” ujar Prof Ahmad Yunani.
Terakhir Prof Ahmad Yunani menyarankan agar pengelola pasar harus orang yang kreatif dan inovatif agar dapat mengadakan kegiatan pasar tematik, festival kuliner, atau bazar produk unggulan daerah secara rutin untuk menarik pengunjung.
Pewarta: Ragil Darmawan
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.