Pengamat nilai ada dua kriteria pendamping Prabowo di Pilpres 2029
Jumat, 11 September 2026 16:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) bersiap membuka peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Presiden Prabowo mengapresiasi dukungan Partai Demokrat terhadap pemerintahannya, termasuk melalui peran partai tersebut dalam Kabinet Merah Putih. ANTARA FOTO/Tyo Pribadi/tom.
Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai ada dua kriteria yang mungkin akan dipilih oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendampinginya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Dua kriteria tersebut, yaitu dari partainya sendiri, Gerindra atau memilih tokoh yang tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun.
"Menurut saya dia mungkin akan memilih tokoh dari partainya sendiri, Gerindra atau tokoh nonpartai yang tidak memiliki ambisi politik besar sehingga bisa fokus bekerja," kata Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Untuk figur nonpartai, Hensa melihat sosok seperti Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bisa jadi akan dilirik Prabowo untuk menemaninya pada perhelatan Pemilu 2029.
"Kapolri bisa saja diambil jadi calon pendamping Prabowo dan ini bisa jadi alasan kuat mengapa Listyo Sigit tidak tergantikan sebagai Kapolri saat ini. Sementara kalau Seskab Teddy kan jelas dia loyalis dan dia cukup mengerti Prabowo saat ini, dan Amran merupakan salah satu menteri yang kalau dilihat, sering mendapat pujian dari Prabowo," ujarnya.
Selain itu, pilihan lainnya adalah memilih calon pendamping dari partainya sendiri, Gerindra. Menurut dia, memilih kader sendiri dapat membuat efek elektoral dari pemerintahan Prabowo tetap mengalir kepada Gerindra menuju 2034.
"Kenapa saya sebut Gerindra? Karena Prabowo saya yakin akan membesarkan Gerindra untuk bertarung lebih jauh di 2034. Kalau sampai dia pilih tokoh dari partai lain, dia artinya membesarkan partai lain," kata Hensa.
Ia menilai Prabowo memiliki cukup banyak sosok yang bisa dipilih untuk mendampinginya tanpa harus memikirkan ambisi politik dari masing-masing sosok tersebut.
Menurut Hensa, tokoh dari internal seperti Ferry Juliantono, Sugiono, dan Sudaryono diprediksi sebagai calon kuat.
"Tokohnya kalau di Gerindra ada Menteri Luar Negeri Sugiono yang kini juga jadi Sekjen Gerindra, Sudaryono yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, ada Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan juga bisa saja memilih Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang basis masanya juga tak bisa dibilang kecil," ucapnya.
Menurut Hensa, keputusan Prabowo dalam menentukan calon wakil presiden pada 2029 akan memiliki konsekuensi politik yang lebih panjang, bahkan hingga kontestasi 2034. Untuk itu, secara kalkulasi politik memilih figur nonpartai atau partai sendiri dapat dianggap lebih aman bagi Prabowo.
"Intinya, saya yakin kalau Pak Prabowo tidak akan membiarkan dirinya membesarkan partai lain selain Gerindra, karena jika memilih dari partai lain sama saja dia membesarkan partai orang lain yang nanti jika terpilih dan sedang menjabat sudah bisa jadi oposisi sebelum periode pemerintahan selesai," katanya.
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026