asiawebawards.com
  • 2026-08-19 05:22:00 +0000 UTC

    Aug 19, 2026

    Pendapatan HRTA Tumbuh 124% Semester I 2026, Laba Naik 101% Apa Penopangnya? - Bursa Katadata.co.id

    PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatatkan kenaikan signifikan dalam daftar Fortune Indonesia 100. Emiten perdagangan dan manufaktur emas ini naik 39 peringkat dari posisi ke-66 menjadi peringkat ke-27 pada 2026.

    Kenaikan tersebut sekaligus membawa HRTA untuk pertama kalinya masuk jajaran 30 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune. Pencapaian ini ditopang pertumbuhan kinerja perusahaan sepanjang 2025 dan berlanjut hingga semester I 2026.

    Pada 2025, HRTA membukukan pendapatan Rp44,55 triliun, melonjak 144,39% secara tahunan. Laba bersih perusahaan juga meningkat 121,29% menjadi Rp978,49 miliar.

    Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi segmen grosir, penguatan kapasitas refinery, serta perluasan jaringan distribusi domestik.

    Momentum pertumbuhan berlanjut pada semester I 2026. Pendapatan HRTA mencapai Rp33,80 triliun, tumbuh 124,61% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih meningkat 100,86% menjadi Rp700,01 miliar.

    Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto mengatakan kenaikan peringkat Fortune bukan sekadar pencapaian angka, melainkan menunjukkan konsistensi strategi pertumbuhan perusahaan.

    "Kenaikan peringkat ini bukan sekadar angka, melainkan validasi atas strategi pertumbuhan jangka panjang yang telah kami jalankan secara konsisten," kata Sandra dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8).

    Menurut dia, kinerja fundamental yang tercermin dari pertumbuhan pendapatan, penguatan kapasitas produksi, hingga perluasan pasar telah meningkatkan pengakuan dan kepercayaan investor terhadap perusahaan.

    Masuk LQ45, Kejar Sertifikasi LBMA

    Dari sisi pasar modal, HRTA juga memperoleh momentum setelah masuk ke dalam indeks LQ45. Inklusi tersebut membuka peluang bagi dana kelolaan institusi dan reksa dana indeks yang mengacu pada LQ45 untuk memiliki saham HRTA.

    Perusahaan menilai masuknya saham HRTA ke LQ45 juga dapat memperkuat likuiditas perdagangan saham perseroan.

    Selain itu, HRTA tengah menyelesaikan proses sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) melalui fasilitas pemurnian emas miliknya, Mas Murni Abadi. Sertifikasi tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.

    Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda mengatakan masuknya HRTA ke LQ45 dan proses sertifikasi LBMA menjadi bagian dari pencapaian yang memperkuat fundamental investasi perseroan.

    "Inklusi ke dalam indeks LQ45 memberikan akses yang lebih luas kepada basis investor institusi, sementara proses sertifikasi LBMA yang tengah kami tuntaskan akan membuka jalan bagi produk emas HRTA untuk diterima dengan standar internasional," ujar Thendra.

    Dia menilai kedua hal tersebut menjadi fondasi bagi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan nilai secara berkelanjutan.

    Menangkap Pertumbuhan Ekosistem Emas

    Kinerja HRTA juga berlangsung di tengah berkembangnya ekosistem investasi emas di Indonesia. Salah satunya ditandai dengan peluncuran ETF emas pertama di Bursa Efek Indonesia.

    HRTA menilai semakin beragamnya instrumen investasi emas, mulai dari emas fisik dan emas digital hingga ETF, menunjukkan pasar emas Indonesia semakin matang.

    Selain itu, permintaan emas fisik berkualitas dari sektor jasa keuangan dan bank bullion turut menjadi salah satu pendorong kinerja segmen grosir HRTA sepanjang tahun berjalan.

    Sandra mengatakan pertumbuhan instrumen investasi emas dapat memperluas akses masyarakat sekaligus memperbesar peluang bisnis perusahaan.

    "Kami melihat pertumbuhan ekosistem investasi emas, termasuk kehadiran ETF emas, sebagai bagian dari perjalanan yang sama dengan apa yang kami bangun selama ini," ujar Sandra.

    Menurut dia, semakin banyak instrumen yang memberikan akses masyarakat terhadap emas, semakin besar pula peran yang dapat dimainkan HRTA sebagai penyedia emas fisik berkualitas dan bersertifikasi.

    Dengan kinerja yang terus menguat, HRTA menyatakan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perkembangan industri emas nasional.

    2026-08-19 05:22:00 +0000 UTC