Bangka Tengah, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan pendapatan daerah dalam Rancangan APBD Tahun 2027 mencapai sebesar Rp797,2 miliar dengan pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp150 miliar.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Kamis, mengatakan target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas fiskal untuk membiayai program prioritas dan pelayanan dasar masyarakat.
“Optimalisasi pendapatan daerah terus kita dorong dengan tetap memperhatikan potensi yang ada dan kondisi masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan penyusunan RAPBD 2027 berpedoman pada KUA-PPAS serta diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut dia, APBD 2027 diarahkan untuk mendukung penguatan pembangunan sumber daya manusia, peningkatan investasi sektor unggulan daerah dan pembangunan infrastruktur berkualitas.
Selain target PAD Rp150 miliar, pemerintah daerah juga memperoleh informasi mengenai peningkatan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) yang akan disesuaikan dalam tahapan pembahasan RAPBD 2027.
Algafry mengatakan tambahan TKD tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penyempurnaan struktur APBD, dengan tetap memperhatikan kemampuan pendapatan dan kebutuhan belanja daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah Batianus mengatakan tambahan TKD memberikan ruang fiskal yang lebih baik bagi daerah dalam menyusun APBD 2027.
“Kami bersyukur dan berterima kasih ada penambahan TKD sehingga ruang fiskal APBD kita lebih baik ke depannya,” katanya.
Batianus mengatakan DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan membahas Raperda APBD 2027 pada Oktober hingga November.
Ia menargetkan pembahasan RAPBD 2027 dapat disepakati sebelum akhir November 2026 dengan tetap menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja.
“DPRD selalu mendorong untuk peningkatan pendapatan asli daerah, karena masih ada potensi-potensi yang memungkinkan untuk kita optimalkan,” ujarnya.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.