
Meskipun kecerdasan buatan saat ini sudah tergolong canggih, hanya saja pada kondisi tertentu sangat tidak disarankan untuk bergantung sepenuhnya pada hasil yang dihasilkan oleh AI chatbot populer. Karena jika tidak, ada kemungkinan menimbulkan kerugian bagi penggunanya.

Nasib yang hampir naas menimpa sekelompok pendaki gunung pemula di Mount Shasta, California. Sebagai hasilnya, pada pendaki ini harus diselamatkan oleh tim SAR Sheriff daerah Siskiyou.
Pendaki pemula yang berjumlah 3 orang ini dikabarkan mengandalkan bantuan AI dari Google yaitu Gemini untuk mendapatkan rute dan juga menyiapkan perbekalan mulai dari makanan hingga minuman. AI tersebut mengestimasikan kalau pendakian menuju puncak hanya akan memakan waktu 8 jam.
Sebagai hasilnya, kelompok ini membawa persediaan makanan dan minuman yang kurang dari seharusnya dikarenakan total pendakian seharusnya lebih lama dari itu. Gemini bahkan menyarankan para pendaki untuk membawa makanan dalam bentuk karbohidrat simpel dibandingkan makanan berlemak dikarenakan lemak lebih susah dicerna.

Setelah 16 jam terdampar dan mengalami cedera lutut, keesokan harinya kelompok pendaki ini ditemukan oleh tim gabungan Sheriff kantor daerah Siskiyou, relawan penyelamat, dan penjelajah hutan dan pendaki AS. Aksi gercep ini membuat ketiga pendaki tersebut tidak terancam nyawanya dan berhasil pulang dengan selamat.
Meski AI sudah cukup canggih untuk digunakan dalam tugas remeh, namun sepertinya ia masih belum cukup diandalkan untuk tugas yang berhubungan dengan keselamatan pengguna. Gimana menurut kamu? Apakah AI masih jauh dari kata ‘bisa segalanya’?
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]
Menyukai game namun terhalang motion sickness, hampir tidak bisa memainkan game FPS karena itu. Pencinta Fate series dan Nasuverse in general