Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan anggaran Rp67,5 miliar guna membantu pembangunan maupun renovasi sekitar 250 rumah ibadah tahun ini.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumut Ade Sofianita mengatakan bantuan ini salah satu program prioritas daerah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut melalui skema dana hibah.
"Sesuai kegiatan yang sudah dilaksanakan sebelumnya di Aula Raja Inal Siregar, Gubernur Sumut sudah menyerahkan bantuan secara simbolis bagi 250 bantuan rumah ibadah tahun 2026 di Sumut," ujarnya dalam temu pers di Medan, Rabu.
Total belanja hibah untuk bantuan pembangunan maupun renovasi rumah ibadah tahun ini.dialokasikan Rp67.506.202.477.
Hingga 9 September 2026, realisasi bantuan itu telah mencapai 34,11 persen atau Rp23.029.000.000.
Dia menjelaskan proses pengajuan bantuan hibah rumah ibadah diawali permohonan dari calon penerima, baik Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), pengurus gereja, maupun pengurus rumah ibadah lainnya kepada Gubernur Sumut.
Selanjutnya, Biro Kesejahteraan Rakyat akan melakukan survei lokasi dan penilaian kelayakan sebelum usulan tersebut diajukan dalam APBD Perubahan tahun ini.
Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah Nomor 77 Tahun 2020, dana hibah itu diperuntukkan bagi pembangunan dan renovasi rumah ibadah.
Menurutnya, penerima hibah rumah ibadah dan lainnya juga tidak dapat memperoleh bantuan setiap tahun secara berturut-turut.
"Kalau sudah mendapatkan bantuan tahun 2026, maka pada 2027 tidak bisa lagi, harus berselang di 2028. Permohonan bantuan itu diajukan paling lambat 31 April tahun berjalan, dan itu untuk penerimaan bantuan tahun berikutnya," kata dia.
Pihaknya juga mengatakan besaran bantuan setiap rumah ibadah berbeda-beda, dan disesuaikan kebutuhan pembangunan berdasarkan hasil survei lapangan.
Misalnya pembangunan kamar mandi rumah ibadah memperoleh bantuan sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta, sedangkan pembangunan fisik keseluruhan dapat mencapai Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
"Rumah ibadah yang kita bantu minimal sudah ada bangunan fondasi 10 persen dibuktikan terdapat pembangunan rumah ibadah di lokasi tersebut. Kalau masih hanya lahan tanah kosong, kita tidak bisa memberikan bantuannya,” kata Ade.
Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.