AMBON (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku mendorong pengembangan tenun ikat dan potensi pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar mampu menembus pasar internasional melalui penguatan promosi, investasi, serta kolaborasi antar-pemangku kepentingan.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam keterangan yang diterima di Ambon, Kamis, mengatakan pengembangan produk unggulan dan potensi wisata daerah perlu diarahkan tidak hanya untuk memperkuat pasar domestik, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas di tingkat global.
“Dorongan tersebut menjadi bagian dari rapat koordinasi strategis Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Jakarta,” kata dia.
Menurut dia,, potensi budaya dan ekonomi kreatif Maluku, termasuk tenun ikat Tanimbar, memiliki nilai yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari promosi daerah sekaligus penggerak perekonomian masyarakat.
Pengembangan tenun tidak hanya menyangkut pelestarian budaya, tetapi juga perlu diikuti dengan strategi promosi dan penguatan akses pasar sehingga produk perajin lokal memiliki daya saing lebih luas.
“Selain tenun, potensi wisata Kepulauan Tanimbar juga menjadi bagian yang didorong untuk diperkenalkan ke pasar global. Keindahan alam, kekayaan budaya, dan karakter masyarakat Tanimbar dinilai dapat menjadi daya tarik yang memperkuat posisi Maluku sebagai destinasi wisata,” ujar dia.
Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Tanimbar Sheren Amelinda Jauwerissa turut mengikuti pembahasan untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi Tanimbar.
Kolaborasi tersebut mencakup pemetaan strategi promosi investasi, pariwisata, dan produk unggulan daerah, termasuk upaya memperluas pemasaran tenun ikat Tanimbar.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menyiapkan potensi daerah agar lebih siap dipromosikan kepada pasar yang lebih luas.
Dengan kekayaan budaya dan destinasi wisata, Tanimbar memiliki peluang untuk menjadikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari penggerak ekonomi daerah sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya masyarakat setempat.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.